TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPS: Indeks Demokrasi RI Tergolong ‘Sedang’

Achmad Adhito
30 July 2019 | 09:54
rubrik: Business Info
Kinerja Greenhouse Melejit Kurang Setahun

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Untuk tahun 2018, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) ada di 72,39. Itu naik 0,28 poin daripada di tahun 2017 yang sebesar 72,11.

“Untuk periode 2009 sampai 2018, dapat kita katakan bahwa angka IDI di kategori ‘sedang’. Itu secara umum,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS), Suhariyanto, di Jakarta (29/7/2019), dalam paparannya kepada sejumlah media.

Dijelaskannya, pada tahun 2009, angka IDI tercatat masih di 63,17. Adapun untuk tahun 2010, angka itu di 63,17. “Lalu di tahun 2017 dan 2018, angka itu di 72-an,” kata dia.

“Berdasarkan sejumlah indikator, demokrasi di Indonesia bisa dikatakan tumbuh dengan cukup bagus. Walau begitu, kita perlu mencermati sejumlah hal untuk ke depan,” Suhariyanto mengimbuhkan.

IDI merupakan indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tiap angka IDI punya makna yang terkandung di balik indikator yang digunakan.

Tiga aspek dalam IDI adalah: aspek kebebasan sipil, aspek hak-hak politik, dan aspek lembaga demokrasi. Lalu, tiga aspek itu diukur berdasarkan sejumlah indikator.

Untuk tahun 2018, BPS mencatat enam indikator demokrasi dengan skor ‘buruk’ atau skor kurang dari 60.

“Penurunan ini perlu perhatian khusus dari semua pihak, agar dapat mencapai kinerja yang lebih baik,” kata dia.

Dalam hal itu, yang perlu diperhatikan adalah: ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat; persentase perempuan terpilih terhadap total anggota DPRD propinsi; demonstrasi/mogok yang bersifat kekerasan; perda (peraturan daerah) yang merupakan inisiatif DPRD; rekomendasi DPRD kepada eksekutif; upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah.

Masih untuk IDI tahun 2018, kata Suhariyanto lagi, ada 15 indikator yang punya skor kategori ‘baik’ (skor lebih dari 80).

BACA JUGA:   'Sewa Rumah’ Andil Terbesar Inflasi Kelompok Perumahan

Antara lain: ancaman/penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berkumpul/berpendapat; ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berkumpul/berserikat; aturan tertulis yang membatasi kebebasan menjalankan ibadah agama; dan lain-lain.

“Dari total sebanyak 28 indikator IDI, ada 15 indikator yang masuk skor ‘baik’. Sedangkan enam indikator mendapatkan skor kategori ‘buruk’,” papar Suhariyanto.

(Adhito)

Tags: bpsindeks demokrasi indonesiasuhariyanto
Previous Post

Soal Suku Bunga, Minyak Terdongkrak

Next Post

IHSG Lebih Tinggi 18,54 Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR