
Jakarta, businessnews.id — Nilai modal asing masuk melalui portofolio pasar modal pada tahun ini cukup mencatat rekor baru, hingga 15 Agustus 2014 telah mencapai Rp 55,5 triliun. Sedangkan total investor asing masuk melalui pasar modal tahun 2013 justru minus Rp 20,6 triliun.
“Sampai Jumat pekan kemarin, telah sampai Rp 55, 5 triliun atau hampir USD 5 miliar, sedangkan melalui obligasi pemerintah telah sampai pada Rp 100 triliun,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito, di Jakarta (18/8/2014).
Namun, nilai tukar Rupiah tak berbanding lurus dengan penguatan arus modal asing tersebut.
Memang situasinya cenderung ganjil karena di saat investasi asing masuk terus, terutama investasi di portofolio khususnya obligasi negara maupun saham, nilai Rupiah tidak banyak terpengaruh.
“Ini pasti ada faktor lain di luar arus uang, yang memengaruhi nilai tukar Rupiah. Mungkin sebaiknya ditanyakan kepada Bank Indonesia,” terang dia.
Di samping itu, kata Ito, sentimen positif penguatan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Sentimen positif itu ditandai dengan pelantikan Presiden RI pasca-keputusan Mahkamah Konstitusi terhadap gugatan calon presiden Prabowo Subianto, terhadap hasil Pemilihan Presiden RI 2014. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito