
Jakarta, businessnews.id — Rumah.com, anak perusahaan PropertyGuru Group, mengumumkan hasil Property Sentiment Survey Periode Semester I (Januari-Juni) Tahun 2014, yang mengungkap respons masyarakat terhadap kepuasan perkembangan pasar real estat di Indonesia.
Secara keseluruhan, iklim pasar properti di semester I 2014 semakin meningkat. “Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang masih baik dan ditunjang calon pemerintahan baru setelah dilangsungkannya Pemilihan Umum dan diharapkan akan mendorong pembangunan properti,” kata Jessica Effendi, head of operations Rumah.com, di Jakarta hari ini.
Dari 922 responden, 65% diantaranya merasa cukup puas dengan perkembangan iklim properti di dua kuartal awal tahun 2014. Angka ini meningkat 4% dari kuartal sebelumnya yang hanya 61%.
Alasan utamanya adalah prospek kenaikan nilai (capital gain) yang menjadikan properti masih menjadi elemen investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang. Alasan kedua, properti di Indonesia dianggap sudah terstruktur dan dibangun dengan baik.
Sebanyak enam dari 10 responden merasa pemerintah bisa membuat regulasi yang menjadikan harga rumah lebih terjangkau. Hal ini terungkap di berbagai kota di Indonesia terutama di Denpasar, Jakarta, dan Surabaya.
Untuk harga properti, semua tipe properti dirasakan meningkat dibandingkan di tahun 2013. Hal ini berlaku tidak hanya properti untuk transaksi jual-beli, tapi juga yang disewa. Sekitar 50% dari total responden menyatakan bahwa harga properti akan terus meningkat dalam enam bulan ke depan.
67% dari total responden menyatakan bahwa harga properti terus meningkat dalam enam bulan ke depan. Baik properti residental dan komersial diprediksi akan mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Sebanyak 88% responden menyatakan sudah memiliki tempat tinggal sendiri, di mana empat dari lima menyatakan sudah memiliki paling tidak satu properti residental. Ini artinya, properti merupakan bentuk investasi yang masih menjadi favorit hingga saat ini.
Akan halnya lokasi pilihan untuk berinvestasi properti, 97% memilih melakukannya di dalam negeri. Berinvestasi properti di mancanegara diminati oleh 3% responden dalam survei ini.
Jenis properti yang diminati di mancanegara adalah apartemen dan kondominium (51%). Lokasi properti yang dimiliki responden di mancanegara adalah Singapura (21%), Jepang (20%), Australia (17%), dan Italia (7%).
Kenaikan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang ditetapkan pemerintah provinsi DKI Jakarta pada tahun ini, sebagian besar dirasakan memberatkan bagi responden. Sebanyak 54% menganggap kenaikan mengakibatkan harga properti menjadi terlalu mahal dan tidak terjangkau. 25% menganggap persentase kenaikan terlalu tinggi.
Jessica mengatakan, “Tahun 2014 ini diprediksikan akan menjadi tahun yang challenging bagi beberapa industri di Indonesia, termasuk properti. Dilangsungkannya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden menyebabkan investor berhati-hati dalam menetapkan pilihan investasinya.”
Ia menambahkan, “Sektor properti tetap dianggap sebagai elemen investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang. Adanya calon pemerintahan baru juga memberikan harapan bagi responden agar regulasi dan pembangunan properti semakin berkembang di Indonesia.” (Achmad Adhito)
Editor: Achmad Adhito