Jakarta, TopBusiness – Pada penutupan perdagangan Jumat (09/8) akhir pekan di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan atau IHSG terlihat meningkat terbatas sebesar 7,46 poin, atau setara dengan 0,12 persen ke posisi 6.282,132. Peningkatan indeks komposit Jakarta ini, sejalan dengan penguatan harga minyak dunia.
Indeks tertopang oleh beberapa sektor industri pembentuk, terkhusus, berkaitan dengan emas hitam tersebut. Terlihat, sektor agribinis naik sebesar 22,62 poin (1,68 persen) ke posisi 1.373,556 dan pertambangan 21,91 poin (1,36 persen) ke posisi 1.628,226.
IHSG tak sejalan dengan bursa kawasan yang tertutup variatif. Contoh, indeks komposit Shanghai-China turun 0,71 persen ke posisi 2.774,75 poin, diikuti indeks komposit PSE di Bursa Efek Filipina berkurang 0,76 persen menjadi 7.854,39. Sebaliknya, di Bursa Efek Tokyo, nikkei-225 positif 0,44 persen ke posisi 20.684,82 poin, dan Bursa Efek Korea, melalui KOSPI lebih tinggi 0,89 persen ke posisi 1.937,75.
Sejumlah harga saham terpantau naik harga, seperti, PT Andira Agro Tbk (ANDI) Rp 100 ke posisi Rp 2.250, diikuti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp 300 ke posisi Rp 10.550, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 175 ke posisi Rp 7.300 per unit.
Penulis : Agus H
