Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan Kamis (15/08) ini terpantau melemah 9,75 poin, atau setara dengan 0,16 persen ke posisi 6.257,586. Pelaku pasar merespon negatif atas publikasi Badan Pusat Statistik atau BPS.
Laporan BPS yang menyebutkan bahwa neraca perdagangan di Juli 2019 mencatat defisit USD 63,5 juta direspon negatif pasar. Meski begitu, mereka masih optimis dengan kondisi makroekonomi. Pasalnya, neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2019 mengalami defisit USD 1,9 miliar, yang berarti mengalami penurunan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya USD 3,2 miliar.
Sepanjang perdagangan hari ini, indeks komposit Jakarta tersebut bergerak dengan kisaran sempit yaitu 6.161,66-6.257,59 poin. Indeks terlihat nyaman di zona merah, tapi penurunan semakin mengecil. Perdagangan saham di pasar reguler berlangsung normal dengan volume mencapai 14.233.618.896 unit dan frekuensi 516.017 kali senilai Rp 8,072 triliun.
Beberapa saham terlihat mengalami tekanan jual. Seperti, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Rp 125 per unit menjadi Rp 5.050, diikuti PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Rp 10 menjadi Rp 945, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 825 menjadi Rp 20.750.
Penulis : Agus H
