Jakarta, TopBusiness – Beberapa emiten mencatatkan kinerja yang kurang positif di tahun ini. Salah satunya, PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) yang mengaku hingga akhir 2019 ini masih mengalami kerugian.
Namun begitu, perseroan yakin di tahun depan pasar properti bisa positif. Ditambah beberapa proyek perseroan juga sudah mulai beroperasi. Tahun ini, proyek-proyek seperti mal Lombok City Center dan Jambi City Center belum optimal beroperasi.
“Kami memperkirakan bahwa hingga akhir tahun ini kami masih rugi. Tetapi, pada tahun 2020 diperkirakan perusahaan sudah positif mencatatkan laba seiring pasar properti yang bullish,” ujar Direktur Keuangan POSA, Eko Heru Prasetyo, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Dia mengungkapkan, pendapatan POSA akan terus mengalami peningkatan setelah Jambi City Center mulai aktif beroperasi pada November 2019. Eko menyebutkan, Jambi City Center diperkirakan mampu mendorong kenaikan pendapatan di 2019 sebesar 12 persen.
Sementara itu, lanjut dia, Lombok City Center akan beroperasi penuh pada tahun ajaran baru sekolah atau Kuartal II-2020. “Kami sedang membangun Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Al-Azhar di dalam mal Lombok City Center,” katanya.
Eko menyebut, saat ini perseroan memiliki lima mal yang tiga di antaranya sudah aktif beroperasi. Dia mengatakan, pada tahun ini hingga 2020 perseroan akan mengoptimalkan tingkat okupansi dari Ambon City Center yang saat ini sebesar 92 persen, Ponorogo City Center 89 persen dan Tanjungpinang City Center 78 persen.
Sebagaimana diketahui, saat mencatatkan saham di BEI pada 10 Mei 2019, POSA masih tercatat merugi. Pada akhir Desember 2018, POSA mengalami rugi bersih senilai Rp51,04 miliar, sedangkan per akhir Juni 2019 jumlah rugi bersih perseroan meningkat menjadi Rp53,89 miliar.
Eko berjanji, pada tahun depan perseroan akan mencatatkan laba bersih, karena perusahaan publik yang melakukan IPO di saat masih merugi tidak diperkenankan untuk terus-menerus mengalami kerugian.
“Makanya kami akan berusaha meningkatkan pendapatan, dengan mengoptimalkan lima mal yang kami miliki,” janji dia.
Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR, Elviana mempertanyakan sikap BEI yang secara mudah meloloskan Bliss Properti Indonesia untuk melakukan penawaran perdana saham (IPO) dengan melepas saham ke publik sebanyak 1,7 miliar lembar dengan harga penawaran Rp150 per saham.
Pertanyaan itu disampaikan anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut kepada Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran direksi BEI di Gedung DPR Jakarta, belum lama ini.
“Bliss itu laporan keuangannya negatif dan kinerjanya juga tidak terlalu baik. Tetapi, kenapa dia bisa menjual sahamnya di pasar modal? Bagaimana evaluasinya? Mayoritas perusahaan seperti itu hanya sebatas mencari label Tbk,” papar Elviana.
Penulis: Tomy
