TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Aktivitas Bongkar Muat Alat Berat IPCC Masih Lesu

Busthomi
16 August 2019 | 16:50
rubrik: Business Info
Aktivitas Bongkar Muat Alat Berat IPCC Masih Lesu

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kondisi ekonomi global belum pulih imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok sepertinya ikut memengaruhi kinerja PT PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anak usaha dari BUMN pelabuhan, PT Pelindo II (Persero).

Hal ini terlihat dari adanya aktivitas bongkar muar alat berat atau spareparts yang masih lebih rendah dari eriode sebelumnya. Namun demikian, untuk aktivitas bongkar muat kargo (throughput) CBU masih mencatatkan peningkatan baik pada terminal internasional maupun domestik.

Tercatat, pada bulan Juli 2019, aktivitas bongkar muat throughput CBU meningkat 17,29 persen menjadi 38.455 unit dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 32.787 unit di Terminal Internasional dan naik 88,84 persen pada terminal domestik menjadi 13.993 unit dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 7.410 unit.

“Peningkatan pada terminal internasional tersebut ditopang oleh peningkatan bongkar muat CBU ekspor yang naik 22,11 persen dari 24.752 di Juli 2018 menjadi 30.225 unit di bulan Juli 2019,” ungkap Investor Relations IPCC, Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Kondisi ini cukup positif karena aktivitas bongkar muat kendaraan CBU ekspor senantiasa mencatatkan adanya peningkatan setiap bulannya.

Tak hanya ekspor, kata dia, aktivitas bongkar muat untuk CBU impor juga naik yakni sebesar 2,43 persen menjadi 8.230 unit.

Sedangkan pada aktivitas bongkar muat CBU untuk terminal domestik naik 88,84 persen menjadi 13.993 unit dari perode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 7.410 unit yang ditopang oleh kenaikan di terminal Tanjung Priok yang tumbuh 121,96 persen menjadi 10.814 unit dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 4.872 unit.

Bila dibandingkan dengan akumulasi pencapaian selama tujuh bulan di tahun ini, maka pertumbuhan bongkar muat kendaraan CBU di Terminal Internasional mencapai 9,25 persen di angka 211.581 unit dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 sebesar 193.195 unit.

BACA JUGA:   RUPSLB IPCC Sepakat Rombak Susunan Pengurus Peseroan

“Dan segmen ekspor ini masih tetap menjadi penopang pertumbuhan bongkar muat di Terminal Internasional,” tutur dia.

Jumlah bongkar muat unit CBU ekspor hingga Juli 2019 mencapai 165.690 unit atau meningkat 22,75 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 134.985 unit.

Sementara itu, aktivitas impor turun 21,16 persen dari 58.210 unit menjadi 45.981 di akhir Juli 2019.

Hal berbeda ditunjukan oleh segmen alat berat dan spareparts. Belum pulihnya sektor komoditas seiring imbas adanya perang dagang AS dan Tiongkok serta masih rendahnya aktivitas konstruksi mmengakibatkan permintaan alat berat dan spareparts belum menunjukan peningkatan, khususnya di Terminal Internasional.

“Turunnya import alat berat berimbas pada penurunan jumlah unit alat berat di terminal internasional. Pada bulan Juli 2019 sebesar 1.058 unit atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 2.098 unit,” tegas Reza.

Meski kinerja throughput secara total ekspor dan impor terlihat tidak begitu menggembirakan seiring imbas pelemahan di segmen alat berat dan spareparts, namun IPCC bangga dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ekspor kendaraan nasional yang menyumbang dan berkontribusi terhadap angka ekspor nasional.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekspor kendaraan di tiap bulannya yang menunjukan peningkatan kendati kontribusi nilai ekspor kendaraan ke total nilai ekspor nasional dibandingkan komoditas lainnya hanya sekitar 4-5 persen.

“Apalagi jika dibandingkan dengan nilai perdagangan nasional yang masih mencatatkan defisit perdagangan,” ucapnya.

Penulis: Tomy

Tags: iktindonesia kendaraan terminalIPCC
Previous Post

Disuspensi, Emiten Properti Ini Bantah Manajemen Kendalikan Saham

Next Post

Pasar Properti di 2020 Membaik, POSA Bisa Untung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR