Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim saat ini masih terbebani rasio kredit macet tinggi atau non performing loan (NPL) yang sampai akhir Juni 2019 sebesar 3,16 persen.
Untuk itu, hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan NPL di bawah 3 persen atau jauh lebih baik dari tahun lalu yang mencapai 4,8 persen.
“Tahun ini kita terus berupaya untuk menurunkan NPL kita, sampai akhir tahun ini kita targetkan NPL kita dibawah 3%,” kata Direktur Utama Bank Jatim Hadi Santoso dalam acara ‘Public Expose Live 2019’ di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (20/8/2019).
Hadi pun optimistis kinerja NPL banknya bisa ditekan hingga di bawah 3% sampai akhir tahun ini.
“Sampai akhir Juni 2019 lalu, kami sudah bisa menekan kredit macet menjadi 3,16 persen atau nett-nya di angka 3,06 persen,” jelas Hadi.
Sementara itu, kinerja keuangan Bank Jatim semester I 2019 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY).
Berdasarkan performa semester I, aset Bank Jatim tercatat Rp68,95 triliun atau tumbuh 15,81% laba bersih tercatat Rp816,42 miliar atau tumbuh 7,67% (YoY).
Selama sampai enam bulan pertama, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan 17% (YoY) yaitu sebesar Rp57,93 triliun dengan CASA rasio sebesar 69,62%.
Dari sisi pembiayaan, Bank Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp34,77 triliun atau tumbuh 8,25% (YoY). Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp21,37 triliun atau tumbuh 4,33% (YoY).
Penulis: Tomy
