Jakarta, TopBusiness – Lapangan Sukowati merupakan salah satu wilayah kerja terminasi yang pengelolaanya diberikan kepada Pertamina EP Aset 4 dan berhasil meningkatkan kapasitas produksi. Hal itu terjadi sebab strategi baru Satuan Kerja Khusus Migas atau SKK Migas, yang tentunya diperlukan inovasi.
Selain, berintegrasi sesama perusahaan Kontraktor Kerjasama Sharing (KKS) migas agar bisa semakin efisien dalam menekan biaya produksi.
Semenjak dikelola Pertamina EP Aset 4, produksi dari lapangan ini berhasil ditingkatkan dari 6.000 Barrel Oil Per Day (BOPD) menjadi 9.000 BOPD hanya dalam kurun waktu 3 bulan, bahkan sekarang produksi sudah mencapai sekitar 10.000 BOPD.
Keberhasilan ini perlu di apresiasi mengingat dalam kurun waktu 9 tahun terakhir. Lapangan Sukowati terus mengalami penurunan dari puncak produksinya yang pernah mencapai 40.000 BOPD.
Pencapaian tersebut diperoleh berkat rumusan konsep serta strategi baru yang diterapkan oleh SKK Migas dan Pertamina EP Aset 4, dimana belum pernah digunakan di lapangan yang lain. Konsep baru ini dikerjakan melalui program well service melalui sumur-sumur yang statusnya shut-in. Biaya yang diperlukan untuk konsep ini terhitung sangat murah, sekitar USD 500.000 – 900.000 atau 1/5 biaya pemboran sumur baru. Waktu yang dibutuhkan lebih kurang selama 30 hari namun mampu menghasikan produksi 5 kali dibandingkan program pemboran sumur baru.
Ditegaskan Vice President Perencanaan SKK Migas Dadang Rukmana, di kantornya pada Rabu (21/8/2019), program well service ini sangat mungkin diterapkan di lapangan lain mengingat berdasarkan uji coba yang telah dilakukan di Lapangan Sukowati, berhasil menghidupkan kembali sumur-sumur yang sudah tidak berproduksi. “Dari 12 sumur uji coba, 9 sumur dapat dihidupkan kembali dengan produksi 400 BOPD hingga 2.000 BOPD, terang Dadang dalam siaran persnya.
Lanjut Dadang, Uji coba terakhir program ini dilakukan di sumur SKW-12 dan berhasil memproduksikan minyak sebesar 2.230 BOPD. Selanjutnya, tim SKK Migas – Pertamina EP Aset 4 yang dipimpin oleh Dadang selaku konseptor program akan kembali melakukan uji coba di Lapangan Sele-Linda dan Lapangan Poleng. Tentunya diharapkan uji coba berikutnya mampu memberikan hasil yang positif dalam upaya Pemerintah meningkatkan produksi migas nasional.
Albarsyah
