Jakarta, TopBusiness – Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, dalam sambutannya saat menjadi keynote speaker di acara puncak penghargaan Top Bank, Insurance, and Multifinance 2019 menjelaskan sejumlah hal penting. Antara lain, bahwa bagi seluruh pelaku sektor keuangan, tahun 2019 ini atau tahun depan, penuh tantangan.
“Hal ini terkait perlambatan ekonomi global,” kata Destri dalam sambutannya di acara penganugerahan penghargaan Top Bank, Insurance, and Multifinance 2019 yang digelar Majalah TopBusiness di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2019).
Ajang penghargaan ini dihadiri sekitar 300-an pimpinan perusahaan sektor keuangan yang masuk dalam nominasi.
Destry pun mengatakan, terkait perlambatan ekonomi global, sebenarnya Indonesia pun bisa mendapatkan peluang dari hal tersebut. Belum lama ini, tingkat suku bunga acuan BI Rate, kembali diturunkan. BI pun selalu meneruskan implementasi bauran kebijakan makro prudensial, dan lain-lain. “Hal ini bisa memercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, sektor keuangan bisa lebih baik lagi,” Destry menambahkan.
Lebih lanjut, Destry berkata bahwa penurunan BI Rate tersebut juga karena potensi dan momentum untuk pertumbuhan ekonomi domestik, masih bagus. Diharapkan, perlambatan ekonomi global tidak mengganggu ekonomi domestik. Dan penurunan BI Rate merupakan satu cara untuk mendorong ekonomi domestik.
“Industri keuangan Indonesia harus menjaga momentum ini. Oleh sebab, tidak banyak negara di dunia saat ini, yang bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5%-an seperti Indonesia,” dia mengimbuhkan.
Untuk tahun 2020, dengan adanya sejumlah kebijakan fiskal, ruang pertumbuhan ekonomi domestik bisa lebih tinggi daripada di tahun 2019 ini. Hal ini bagus untuk sektor bisnis, termasuk sektor keuangan. “Walau, tentunya harus tetap hati-hati terhadap dampak ekonomi global,” ujar Destry. (nrd)
