Jakarta, TopBusiness – Hingga penutupan perdagangan Selasa (03/09) ini, indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia terkoreksi. IHSG lebih rendah 28,96 poin, atau setara dengan 0,46 persen ke posisi 6.261,590.
Sepanjang perdagangan, indeks komposit Jakarta ini berfluktuasi. Misalnya, pada saat pembukaan perdagangan IHSG terpantau menguat 0,04 persen, tapi tak berlangsung lama dan langsung melemah 0,03 persen jelang pukul 10.00 WIB. Penurunan poin indeks ini terus berlanjut hingga sesi penutupan perdagangan sesi I sebesar 0,19 persen. Namun pada saat pembukaan perdagangan sesi II, indeks sempat positif 0,01 persen dan terus mengalami tekanan hingga penutupan perdagangan.
Pelaku pasar efek terkesan ragu dalam mengoleksi saham-saham berkapital besar. Ini disebabkan situasi konflik dagang Amerika-China makin meninggi, menyusul masing-masing negara menerapkan kebijakannya.
Beberapa saham yang mengalami tekanan harga, seperti, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 75 per unit ke level Rp 6.475, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp 70 ke level Rp 4.150, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 475 ke level Rp 47.475.
Penulis : Agus H
