Jakarta, TopBusiness – Emiten baru di sektor properti, PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI) secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Tercatat, di perdagangan perdana tersebut saham BAPI sempat melaju 20 persen atau sebanyak 30 poin ke level Rp 180 per saham dari harga IPO-nya sebesar Rp150 per lembar saham. Namun kemudian, saham BAPI juga ikut terkerek seiring laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memerah. Pada pukul 9,56 WIB, saham turun 1,33% ke Rp 148 per saham.
Dalam IPO tersebut, perseroan melepas 30% saham dari seluruh modal yang disetor penuh atau setara 1,6 miliar saham. Adapun total dana segar yang didapat dari aksi korporasi ini sekitar Rp 251 miliar.
Selain saham, BAPI juga menerbitkan waran seri I sebagai pemanis sebanyak 1,3 miliar saham dengan rasio 100:80. Perseroan pun menunjuk NH Korindo dan MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Direktur Utama BAPI Agung Hadi Tjahjanto, menegaskan, dari dana hasil IPO itu akan digunakan untuk dua kebutuhan. Yaitu untuk membayar utang dan modal kerja.
“Untuk membayar utang bank itu sebanyak 20% yaitu ke Bank BTN. Dan sebanyak 80% akan digunakan untuk modal kerja,” kata dia usai pencatatan saham perdana di Gedung BEI, Jakarta, Senin (16/9/2019).
BAPI adalah perusahaan pengembang properti yang fokus menggarap proyek di Ciledug, Tangerang, Banten. Perseroan juga menggarap proyek Green Cleosa Apartment and Condotel. Proyek tersebut mencakup dua menara, yakni tahap pertama, Tower Berosa dan Stikes. Lalu, tahap kedua, Tower Arcleo dan kondominium hotel (kondotel).
Agri Rahadiyan, Corporate Secretary Bhakti Agung Propertindo, menambahkan, dengan bertambahnya modal kerja membuat perseroan optimistis mampu mendongkrak kinerja pada 2020 nanti.
“Pendapatan maupun laba usaha akan meningkat dibandingkan 2019 ini,” yakin dia di tempat yang sama.
Optimisme itu, lanjutnya, juga ditopang oleh pasar properti yang akan mulai pulih pada tahun depan.
Selain memacu kinerja, masuknya perseroan ke pasar modal sekaligus untuk meningkatkan tata kelola perusahaan (good corporate governance /GCG).
“Kami menjadi lebih transparan dan profesional, sehingga lebih kompetitif dalam bisnis properti,” tuturnya.
Saat ini, Bhakti Agung Propertindo sedang mengembangkan proyek Green Cleosa Apartment and Condotel. Proyek itu berdiri di Ciledug, Kota Tangerang.
Penulis: Tomy
