Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi melaju di teritori positif. Sentimen penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dinilai bisa pengaruhi mata uang NKRI itu.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp 14.090/USD memang mengalami pelemahan 30 poin dari penutupan kemarin di tangga Rp 14.060/USD. Namun begitu tren apresiasi mulai terlihat. Di pukul 09.00 sudah ke level Rp 14.081/USD atau menghijau 0,15 persen.
Kemarin, BI memangkas suku bunga acuannya sebesar 0,25 persen atau 25 basis points (bps) menjadi 5,25 persen. Sebelumnya, bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) juga menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps.
Kondisi tersebut dipandang pelaku pasar dan analis cukup bisa memberi nafas rupiah. Kepala Ekonom PT Bank BCA Tbk, David Sumual menyebut, hasil rapat FOMC (rapat The Fed)dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI sudah sesuai ekspektasi para pelaku pasar.
“Sehingga pasar sudah mem-priced-in (bisa memperkirakan nilai suku bunga BI bakal turun),” tandas David di Jakarta, Jumat (20/9/2019).
Menurut dia, kondisi yang kondusif itu bisa membuat pergerakan mata uang Merah Putih itu melaju lebih stabil. Namun begitu, hal itu tetap dianggap belum ada sentimen yang bisa menopang rupiah lebih kuat.
“Makanya, pelaku pasar perlu memperhatikan perkembangan selanjutnya dari rencana negosiasi ulang trade war antara AS dan China Oktober nanti itu,” tandas David.
Dengan situasi sentimen seeprti itu, dia memproyeksi laju rupiah pada hari ini akan berada di kisaran sempit yakni antara Rp 14.050 hingga Rp 14.090 per USD.
Penulis: Tomy
