Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama PT Indonesian Tobacco, Tbk., Djonny Saksono, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa kebijakan menaikkan cukai rokok oleh pemerintah Indonesia, di kemudian hari berdampak positif bagi pihaknya.
“Sebab, akan ada proses shifting dari pengguna rokok-jadi, ke tembakau linting produksi perusahaan kami. Harga produk kami jauh lebih ekonomis,” kata dia.
Menjawab pertanyaan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang penyebab pergerakan harga saham Indonesian Tobacco di 16 dan 17 September 2019, Djonny mengatakan bahwa konsumen yang sensitif harga, berpotensi berpindah ke produk tembakau linting tersebut.
Dijelaskan pula, Indonesian Tobacco tidak punya informasi atau fakta material yang diketahui, yang dapat berpengaruh ke nilai efek perusahaan tersebut atau pun keputusan investasi pemodal, di dua hari tersebut.
“Hingga akhir tahun 2019, kami pun tidak punya rencana aksi korporasi,” kata dia.
Sementara, berdasarkan data transaksi dari Dunia Investasi, saham Indonesian Tobacco (berkode ITIC) dalam tren kenaikan harga, di periode 16 sampai 18 September 2019.
Di 13 September, saham ITIC seharga Rp 800 per lembar. Untuk 16-18 September, harganya masing-masing sebagai berikut: Rp 1.000; Rp 1.250; Rp 1.245.
Di penutupan perdagangan kemarin sore, saham itu seharga Rp 1.140.
Berdasarkan data dari RTI Infokom, sekitar 10.00 pagi ini, saham ITIC seharga Rp 1.075. Total volume perdagangan sedari pembukaan perdagangan hari ini sampai sekitar jam 10.00 itu, di 26.000-an unit saham.
(Adhito)
