Jakarta, TopBusiness—UNWTO memprediksi bahwa, pada tahun 2030, jumlah turis lintas-negara akan mencapai 1,8 miliar orang. Hal itu berarti meningkat 46%.
Dalam riset ‘6 Trends inTourism’ keluaran Savills, yang diterima oleh wartawan Majalah TopBusiness semalam, ada dijelaskan bahwa UNWTO menyebut sejumlah faktor penyebab kenaikan tersebut. Itu adalah pertumbuhan kelas menengah, khususnya di kawasan Asia.
Hal tersebut sekaligus membuka peluang bisnis bagi sektor real estat, yang meliputi pengembangan sarana akomodasi para turis. Pun, ada potensi bahwa di sejumlah kota, terjadilah banjir jumlah turis.
Adapun Barcelona dan Amsterdam telah menolak penggunaan jaringan Airbnb, berkenaan dengan efek negatif digunakannya rumah untuk penginapan. Barcelona juga mengambil langkah melarang pengembangan hotel baru di pusat kota. Hal tersebut menambah tingkat adanya kota yang menolak hotel baru; Venice juga tercatat sebagai salah satu kota yang melakukan hal tersebut.
Riset itu menjelaskan pula bahwa, bagaimana pun, tantangan terbesar adalah bukan pada banjirnya jumlah turis. Akan tetapi, kepada bagaimana ‘menyebar’ para turis itu.
Di saat para pelancong/turis lebih mencari ‘local experience’, hal tersebut membuka peluang bagi tourism development; sementara di saat yang sama ada pembatasan dari pihak kota.
(Adhito)
