Jakarta, TopBusiness – Pada pembukaan perdagangan hari ini, indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia jatuh 22,39 poin, atau setara dengan 0,37 persen ke posisi 6.033,02. Investor masih mencermati soal penurunan data manufaktur Amerika.
Investor tetap mengedepankan isu-isu global, seputar indikator makroekonomi Amerika. Mereka mencermati sejumlah penurunan data yang menunjukkan prospek ekonomi di kemudian hari. Apalagi, tanda-tanda konflik dagang Amerika-China belum memperlihatkan kesudahan.
Selanjutnya, mengikuti arah pergerakan bursa utama regional. Seperti, di Bursa Saham Hong Kong dengan Indeks Hang Seng melemah 221,25 poin (0,81 persen) ke posisi 25.831,44, dan Bursa Saham Tokyo dengan Nikkei-225 terporosok 382,06 poin (1,75 persen) ke posisi 21.396,55 dan ASX 200 di Bursa Saham Australia terkontraksi 143,10 (2,16 persen) ke posisi 6.613,70.
Pergerakan saham di bursa kawasan tersebut mengikuti posisi akhir dari Wall Street-New York. Indeks dow jones industrial average turun 494,42 poin (1,86 persen) ke level 26.078,62, dan nasdaq 123,44 poin (1,56 persen) ke posisi 7.785,25 poin.
