
Jakarta, businessnews.id — Sepanjang semester I 2014, asuransi umum mencatatkan total premi sebesar Rp 25,5 triliun atau tumbuh 21, persen dibanding semester I 2013. Total premi itu masih didominasi oleh lini usaha asuransi harta benda, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi kesehatan.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Ahmad Fauzie Darwis, di Jakarta hari ini (16/9/2014), pertumbuhan asuransi termasuk asuransi umum, memiliki rasio tiga hingga empat kali pertumbuhan ekonomi.
“Jadi, kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 persen, maka pertumbuhan kami bisa mencapai 20 persen,” dia berkata.
Ia menambahkan, dengan pertumbuhan premi mencapai 21 persen tersebut, masih menggembirakan. Sebab, industri tersebut sangat terkait dengan kondisi makroekonomi dan penyerapan anggaran pemerintah.
“Penyerapan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) minus 8 persen, dan penyerapan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tumbuh 1 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu,” tambah dia.
Sementara itu, dari sisi klaim bruto, asuransi umum pada semester I 2014 mengalami peningkatan 27,9 persen. Sedangkan kontribusi klaim bruto didominasi oleh lini usaha asuransi harta benda, kendaraan bermotor, dan asuransi kesehatan.
“Karena pertumbuhan klaim masih dalam satu tren dengan pertumbuhan premi, maka loss ratio seluruh bisnis asuransi umum masih terjaga di bawah 40 persen,” kata dia. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito