Jakarta, TopBusiness – Ekonomi kreatif atau ekraf menjadi sektor yang kian menjanjikan. Pasalnya, tren perekonomian dunia yang mulai bergeser kepada ekonomi berbasis ide, kreativitas dan inovasi.
“Bahkan bisa saja, ekraf menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana visi pengembangan yang ditetapkan dalam Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, saat memberikan keynote speech di acara “Pemberdayaan Perempuan Indonesia Melalui Zilingo SheWorkz untuk Mendukung Keuangan Inklusif”, di Jakarta, sebagaimana tercermin dalam laman ekon.go.id.
Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), ekraf tumbuh sebesar 5,16 persen dengan nilai ekspor mencapai USD 20,60 miliar.
Selain, jumlah pekerja dalam bidang ekraf pun naik. 2017, tercatat sebanyak 16,91 juta jiwa bekerja atau meningkat 4,13 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. BPS menunjukkan, komposisi terbanyak tenaga kerja adalah perempuan, yang terpusat di tiga sub sektor yaitu, fesyen, kuliner dan kriya.
Penulis: Agus H
