Jakarta, TopBusiness – Surat utang atau obligasi yang diterbitkan korporasi di waktu sebelumnya diperkirakan bakal mencapai batas waktunya alias jatuh tempo di tahun depan. Dengan begitu, diperkirakan akan banyak korporasi yang kembali menerbitkan obligasi untuk tujuan refinancing.
Bahkan nilai emisi obligasi yang diperkirakan jatuh tempo di tahun depan tersebut akan menembus Rp100 triliun. Sehingga kemungkinan emisi penerbitan obligasi baru bisa lebih tinggi lagi atau mencapai Rp175 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Penilai Harga Efek Indonesia (Indonesia Bond Pricing Agency/IBPA), Wahyu Trenggono saat edukasi wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, ditulis Kamis (17/10/2019).
Menurut Wahyu, dengan nilai jatuh tempo obligasi yang seperti itu, maka target emisi obligasi baru senilai Rp175 triliun dinilai cukup realistis. Karena biasanya emisi yang diterbitkan lebih besar dari nilai jatuh tempo. “Dengan kondisi itu, tahun depan diperkirakan penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 155 triliun hingga Rp 175 triliun,” tutur dia.
Ditambah lagi, kondisi pasar juga sangat memungkinkan. Di tengah tren penurunan suku bunga acuan global dan meredanya tensi dagang AS-China jadi katalis positif bagi penerbitan instrumen surat utang korporasi itu.
Lebih lanjut dia menegaskan, angka obligasi itu juga seperti siklus lima tahun lalu. Di mana kondisi tahun depan dirasa kondusif usai perhelatan politik. Dari historisnya, di tahun 2014 lalu saat pemilihan presiden investor masih berhati-hati menerbitkan surat utang.
Tapi setahun kemudian, penerbitan obligasi naik menjadi Rp 62,75 triliun, dari Rp 47,57 triliun di tahun 2014. Tren serupa juga diproyeksikan kembali terjadi di tahun depan.
Apalagi, kata dia, lembaga pemeringkat global seperti Fitch, Moody’s dan Standard and Poors menaikkan peringkat surat utang Indonesia di level BBB dengan kategori stabil. Rating tersebut dinilai positif bagi investor.
Sejak awal tahun, penerbitan obligasi korporasi sudah mencapai Rp 90,28 triliun. Tahun ini, IBPA menargetkan penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 120 triliun hingga Rp 130 triliun.
Di pipeline sendiri, kata dia, ada beberapa perusahaan yang akan menerbitkan obligasi dengan target emisi sekitar Rp 15 triliun. “Dan jika target ini (penerbitan obligasi di 2020) tercapai, maka akan hampir sama realisasi obligasi di tahun 2017 yang mencapai Rp 165 triliun,” tutup Wahyu.
Tomy Asyari
