
Jakarta, businessnews.id — Ketua Program Pascasarjana Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Nunung Nuryanto, menyayangkan dimenangkannya lelang pembelian 99,6% saham Bank Mutiara, oleh investor asal Jepang. “Sayang, ya. Seharusnya BRI (Bank Rakyat Indonesia) yang mengambil Bank Mutiara,“ dia berkata di Jakarta hari ini (18/9/2014).
Menurut dia, BRI dengan aset senilai Rp 621 triliun, sebenarnya mampu memenangkan proses lelang tersebut.
Jika hal itu terjadi, Bank Mutiara bisa dijadikan sebagai bank petani dan nelayan sesuai dengan visi misi presiden terpilih RI, Joko Widodo (Jokowi).
“BRI bisa menjadikan [Bank Mutiara] sebagai bank khusus petani,” ucapnya Nunung.
Bank petani itu untuk mengurangi keterbatasan akses petani yang memiliki lahan minim. Selama ini, petani yang memiliki lahan minim sulit mengakses pendanaan sehingga butuh kebijakan khusus pemerintah melalui pendirian bank petani.
“Kalau di desa ada petani dengan lahan 0,5 hektar dan 2 hektar, yang mudah mendapatkan akses dana pasti petani yang lahannya lebih luas.”
Hal itulah yang menyebabkan ketimpangan antara petani gurem dan lahan minim, dengan petani bermodal.
“Jika tidak ada langkah nyata dengan mendirikan bank petani maka ketimpangan itu akan kian melebar, “ kata Nunung. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito