Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Kamis (24/10) ini di Bursa Efek Indonesia bertambah 81,84 poin, atau setara dengan 1,31 persen ke posisi 6.339,647.
Euforia Jokowi effect belum sirna, apalagi sejumlah komitmen dari kabinet Indonesia Maju menjadi semacam pendorong. Sehingga, investor mengoleksi saham-saham berkapital besar dan fundamental baik. Selain, aksi BI dengan memangkas suku bunga acuan menjadi 5 persen.
Sentimen positif di dalam negeri menyemangati psikologi dan perilaku investor. Setelah beberapa saat di pembukaan perdagangan indeks bertambah. Indeks melaju 42,42 poin (0,68 persen) ke level 6.300,22 dan jelang sesi penutupan I di posisi 6.306,08 atau 48,28 (0,77). Akhirnya, terangkat 49,73 (0,79 persen) ke level 6.307,54 poin pada akhir sesi I. Selepas itu, indeks masih betah di zona hijau, dengan level 6.312,43 atau naik 54,62 poin (0,87 persen) dan jelang penutupan sesi II menguat 64,11 (1,02) ke level 6.321,92.
Di pasar reguler transaksi perdagangan berjalan normal yang ditandai dengan volume mencapai 15.951.202.252 unit saham dan frekuensi 608.736 kali senilai Rp 10,705 triliun. Sejumlah saham mengalami kelebihan harga, seperti, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 350 per unit menjadi Rp 7.900, diikuti PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) Rp 500 menjadi Rp 10.000, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 90 menjadi Rp 4.350.
Penulis: Agus H
