Jakarta, TopBusiness – Dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden agar kementerian terkait segera mungkin dapat menjaring para investor masuk di Lima Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) yang menjadi program pemerintah.
Lima KSPN tersebut, seperti, Mandalika di Nusatengara Barat, Labuan Bajo di Nusatengara Timur, Borobudur di Jawa Tengah, dan Danau Toba di Sumatera Utara, serta Menado-Bitung-Likupang di Sulawesi.
Lima KSPN ini akan menjadi detinasi wisata berkelas Internasional. Lagi pula lima KSPN akan mendongkrak kunjungan wisata asing ke empat kawasan ini, selain Bali yang sudah terkenal di luar negeri tersebut. Dengan terbuka dan tumbuhnya lima KSPN ini, eknonomi kreatif akan semakin tumbuh, dimana basis ekonomi kreatif ini para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Ini sebuah sinergi baik antar Kementerian dan ini pula bisa menjadi contoh baik (roll model) bagi Kementrian lain dalam membangun perekonomian bangsa ini, agar jargon cabinet Indonesia Maju dapat tercapai dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Sabtu (26/10) di gedung Kementerian PUPR , 4 kementerian dan 1 badan melakukan rapat khusus untuk membahas serta eksen plan serta agar segera fokus menjaring investor masuk ke-4 KSPN tersebut. Kamentrian PUPR sebagai inisiator, dan juga Kementerian Perhubungan sebagai pelaksana di lapangan dalam membangun infrastruktur fisik. Serta pula Kemen Pariwisata dan juga Kemen BUMN dan satu Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM).
Menteri Basuki memastikan pembangunan infrastruktur lima KSPN Super Prioritas Selesai Akhir 2020 dengan anggaran Rp 7,6 Triliun. “Dukungan infrastruktur lima KSPN harus selesai akhir tahun 2020 sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo pada saat pelantikan dan Rapat Kabinet Terbatas sebelumnya. Kami pastikan tahun 2020 dari Kementerian PUPR anggarkan Rp 7,6 triliun dan dari Kementerian Perhubungan sekitar Rp 2,5 triliun untuk investasi langsung APBN untuk pembangunan infrastruktur KSPN”, tegas Menteri Basuki sebagai inisiator dalam pertemuan dengan empat menteri dan satu badan di Gedung Kementerian PUPR.
Tegas Menteri Basuki, pertemuan ini pada dasarnya merupakan sharing informasi antara Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai program prioritas di bidang pariwisata. “Harapannya dari sharing ini bisa terjalin sinergi yang baik agar dukungan infrastruktur di lima KSPN yang sudah kami bangun bisa delivered dan langsung dimanfaatkan oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta didukung dengan investasi,” tegas Basuki.
Senada dengan Menteri Basuki, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan koordinasi ini diperlukan untuk meningkatkan inisiatif baru terhadap fungsi-fungsi keusahaan seperti investasi di beberapa wilayah KSPN. “Contohnya sudah ada program bagus di Labuan Bajo, saya usulkan format ini bisa dilakukan di beberapa tempat lain, karena tidak mungkin mengandalkan dana APBN. Jadi kita mendorong investasi di KSPN Super Prioritas,” ujar Menteri Budi.
Turut hadir dalam Rakor ini Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Menteri Parekraf Wishnutama Kusubandio, Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Dukungan infrastruktur KSPN yang dibangun Kementerian PUPR pada 2020 mencakup konektivitas, sumber daya air, perumahan dan permukiman. Di KSPN Danau Toba dukungan infrastruktur bidang sumber daya air yang dibangun antara lain pelebaran Tano Ponggol dan penyediaan air baku Kawasan Parapat.
Bidang konektivitas di antaranya peningkatan jalan Lingkar Samosir dan Jalan Standar Panji – Bts. Samosir – Dolok Sanggul. Bidang Permukiman di antaranya adalah penataan Kawasan Parapat dan pembangunan SPAM Ajibata. Bidang Perumahan di antaranya pembangunan baru Rumah Pariwisata Swadaya dan Rusun Pekerja di Kabupaten Toba Samosir.
Di KSPN Borobudur, dukungan infrastruktur yang dibangun pada 2020 di antaranya adalah pembangunan prasarana pengendali banjir Kawasan Strategis New Yogyakarta International Airport (NYIA), rekonstruksi Jalan Keprekan – Borobudur, pengembangan jaringan perpipaan SPAM dengan potensi outcome sebesar 3.500 sambungan rumah (SR), dan pembangunan baru rumah swadaya pariwisata di Kabupaten Magelang.
Pada KSPN Lombok akan dilakukan penyediaan air baku Bendungan Pengga di Kabupaten Lombok Tengah, pembangunan saluran pengendali banjir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pembangunan Jalan Bandara Internasional Lombok (BIL) – Kuta Mandalika, pengembangan ruang terbuka publik dan promenade di Pesisir Pantai Selatan, dan pembangunan baru rumah susun pekerja di Kota Mataram.
Untuk KSPN Labuan Bajo akan dibangun di antaranya penyediaan air baku Labuan Bajo, peningkatan jalan Kawasan Pariwisata Waecicu sepanjang 8,25 kilometer, pembangunan jalan akses Pelabuhan, penataan Kawasan Pantai Marina – Bukit Pramuka, penataan Kawasan Puncak Waringin, dan pembangunan baru rumah swadaya pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 315 unit.
KSPN Manado Bitung-Likupang dukungan yang diberikan Kementerian PUPR pada 2020 di antaranya pembangunan pengendali banjir Sungai Likupang, pembangunan MOR III sepanjang 1,5 kilometer untuk jalan dan 45 meter untuk jembatan, penggantian Jembatan Marinsow sepanjang 13 meter, dan pembangunan baru rumah swadaya pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara sebanyak 300 unit.
Lima KSPN ini merupakan bagian dari 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan domestik. Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.
Sebagai informasi perlu membangun sinergitas antar BUMN agar lima KSPN ini akan menjadi kawasan wisata Internasional dengan keindahan alamnya sangat menajubkan. Seperti di Labuan Bajo, Nusatengara Timur ini telah terbangun sinergi BUMN antara PT PP dan PT ASDP dalam membangun kawasan wisata terpadu dengan membangun Hotel Inaya Bay Labuan Bajo. Dimana hotel ini akan beropresi secara komersial pada bulan Desember 2019. Sinergi BUMN ini bisa menjadi roll model bagi BUMN lain dalam bersinergi membagun bisnis dengan prinsip saling menguntungkan. Diman dilokasi yang indah serta cantiq ini akan dijadikan kawasan wisata serta bisnis dan MICE bersekala Internasional.
Sementara itu Menteri Parekraf Wishnutama Kusubandio menyatakan, pihaknya akan segera mungkin, dalam waktu dua bulan ini akan mengodok agenda event bersekala nasional dan internasional di 5 KSPN tersebut agar para Investor sangat tertarik berinvestasi dikawasan yang sangat menjanjikan ini. “Tentunya event yang akan kita tawarkan ini harus memberikan rangsagan besar bagi seluruh investor tentunya serta keunikan event pun akan menjadi daya tarik bagi seluruh stake holder dong”, tegas Wishnutama.
Albarsyah
