TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

HPJI harus Tingkatkan Inovasi dan Kemampuan SDM

Agus Haryanto
6 November 2019 | 09:14
rubrik: Ekonomi
HPJI harus Tingkatkan Inovasi dan Kemampuan SDM

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengingatkan para pelaku industri jasa konstruksi dan ahli pembangunan jalan yang tergabung dalam  Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) harus meningkatkan inovasi sebagai adaptasi terhadap perubahan global, salah satunya,  perkembangan pesat teknlogi informasi  di era revolusi industri 4.0.

Demikian disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Menteri (Wamen) PUPR John Wempi Wetipo dalam acara Konferensi Nasional Teknik Jalan (KNTJ) ke-10 di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Dia menyatakan, beberapa tantangan dalam bidang pembangunan jalan saat ini tidak hanya terkait masalah teknik konstruksi, namun juga keterbatasan sumber daya manusia, pembiayaan dan teknologi.

“Keterbatasan pembiayaan dalam pembangunan jalan harus dijawab dengan berbagai inovasi yang mampu menarik investasi serta terobosan-terobosan baru lainnya. Salah satu inovasi pembiayaan dalam pembangunan jalan tol yang dapat menarik investasi adalah Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Selain pembangunan, skema ini juga diterapkan dalam kegiatan preservasi jalan yang saat ini dalam tahap uji coba”, kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki menegaskan agar para ahli bidang jalan mengenali tantangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembangunan konstruksi. Hal ini sejalan dengan keinginan Pemerintah dalam merealisasikan Kebijakan Industri 4.0 yang telah dicanangkan.

Dikatakan Menteri, pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, bukan sekedar mengikuti kecenderungan sesaat. “Industri 4.0 hanya instrumen, justru harus ada SDM yang andal di baliknya. Untuk memenangkan kompetisi global, kebijakan di sektor konstruksi nasional harus diarahkan untuk menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu prinsip dasar yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan Building Information Modeling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0.  BIM merupakan sebuah metode baru untuk konstruksi infrastruktur yang mengintegrasikan model virtual beserta data atau informasi teknisnya.

BACA JUGA:   Kuartal II 2022, Kinerja Manufaktur dalam Fase Ekspansi

Kelebihan dari aplikasi ini yaitu meningkatkan efisiensi dan akurasi melalui kerja sama antara para pemangku kepentingan, desain dan pembangunannya menjadi lebih ramping dan transparan, berbagai kesalahan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan bisa dihindari, serta penggunaan material, peralatan, dan waktu menjadi lebih optimal.

Kementerian PUPR telah menerapkan teknologi BIM pada proyek percontohan (pilot project) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Morotai, Kepulauan Maluku. Pemanfaatan BIM di KSPN Morotai mencakup pembangunan jalan wisata, infrastruktur penahan abrasi pantai teknologi 3B (Berkait, Berongga, Bertangga), dan toilet wisata.  Teknologi ini juga sudah diterapkan pada proyek jalan di Mandalika, NTB dan Jalur Pansela.

Dia menambahkan, HPJI sangat berperan penting untuk menjadi wahana peningkatan kompetensi tenaga  profesional teknik jalan yang bekerja di seluruh Indonesia. Kementerian PUPR, lanjutnya, selama ini juga dapat bekerja dengan tenang dalam mengembangkan jalan dan jembatan, karena selalu mendapat dukungan HPJI.

“Dengan adanya perubahan struktur birokrasi yang semakin ramping dan tuntutan meningkatnya peran tenaga fungsional yang profesional di lingkungan birokrasi hendaknya menjadi tantangan bagi asosiasi HPJI untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga profesi melalui kolaborasi dengan Balai Pengembangan SDM maupun Balai Pelatihan Konstruksi di berbagai provinsi,”  pungkas Menteri.

 

Albarsyah

 

Previous Post

IHSG Terdongkrak 0,16 Persen

Next Post

Penghentian Sementara ARTO Dicabut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR