
Jakarta, businessnews.id — Saat bank kategori BUKU 3 dan 4 (bank umum kegiatan usaha 3 dan 4) mendapat teguran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perang bunga deposito, Bank Central Asia (BCA) telah menurunkan bunga depositonya menjadi 8,5 persen.
Menurut Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, di Jakarta hari ini (24/9/2014), dengan bunga deposito sebesar 8,5 persen tidak terjadi penurunan jumlah deposan.
“Justru jumlah deposito kami naik sebesar Rp 2,9 triliun, itu kami pantau sejak Agustus hingga September ini.”
Ia mengaku, penurunan suku bunga deposito merupakan bagian penurunan biaya mahal, di mana BCA mendapatkan alternatif pembiayaan dari tiga bank asing sebesar Rp 5 triliun sebagai pembiayaan dana murah dengan tenor satu tahun.
“Karena kami meminjam dalam bentuk valas, maka berisiko sehingga kami langsung gunakan fasilitas Swap Bank Indonesia sebagai bentuk lindung nilai,“ terang dia.
BCA akan tetap memantau portofolio deposito, jika dengan besaran bunga deposito di atas tidak terjadi penurunan jumlah deposan, bunga itu bisa diturunkan terus.
“Cara ini bisa dicontoh bank-bank lain terutama 20 bank besar, dalam mencari dana murah. Kalau seperti itu, kan bunga deposito akan turun dan akan diikuti oleh bank-bank kecil,” terang dia.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito