TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Awas, Masa Pancaroba Saham Perbankan!

Nurdian Akhmad
24 September 2014 | 17:22
rubrik: Business Info
BNI, Bank yang Sebagian Sahamnya Dimiliki Publik (Foto: Achmad Adhito/BusinessNews Indonesia)
BNI, Bank yang Sebagian Sahamnya Dimiliki Publik (Foto: Achmad Adhito/BusinessNews Indonesia)

Jakarta, businessnews.id —– Ketatnya likuiditas perbankan ditandai dengan loan to deposit ratio (LDR ) yang melewati ambang batas yakni sebesar 92,19 persen. Itu membuat ruang gerak ekspansi perbankan nasional menurun.

“Hal ini perlu dicermati investor saham perbankan,” kata Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, di Jakarta hari ini (24/9/2014).

Ia mengatakan, selain LDR perbankan yang menurun, juga diikuti penurunan rasio keuangan perbankan lainnya yakni NIM (net interest margin), dan peningkatan rasio NPL (non-performing loan).

”Jika Juli tahun lalu NIM masih di 5,4 persen, Juli 2014 turun menjadi 4,2 persen; NPL naik dari 1,87 persen pada Juli 2013 menjadi 2,24 persen per Juli 2014,” Ryan menjelaskan.

Di samping itu return on asset (ROA) pun mengalami koreksi penurunan, di mana Juli 2014 di 3 persen sedangkan Juli 2014 turun ke 2,91 persen.

”Nah, bagi investor saham, ini menjadi perhatian khusus karena ROA-nya turun,” terang dia.

Ia menambahkan, melihat data perbankan yang menunjukkan penurunan, investor akan merombak ulang portofolio investasinya dengan tidak lagi memborong saham perbankan. Namun, sebagian tentunya akan dialihkan ke saham yang lain.

“Tentunya kepada sektor yang memberikan prospek yang lebih baik,” terang dia.

Namun tidak akan terjadi antiklimaks saham perbankan sebab sampai Juli 2014, masih terdapat pertumbuhan laba perbankan sebesar 11 persen, tetapi pertumbuhannya menurun.

“Jika sektor lainnya pertumbuhannya lebih jelek daripada perbankan, maka investornya tetap akan memburu sahamnya perbankan juga,” tutup dia.

Penulis/Peliput: Abdul Aziz

Editor: Achmad Adhito

 

BACA JUGA:   Sektor Perbankan Pasca Pemilu Ini Diproyeksi kian Gurih, STAR Infobank15 Dijagokan
Tags: saham perbankan
Previous Post

Bos BCA Klaim Bunga Depositonya Terendah

Next Post

Pemerintah Jawa Barat Belum Sampaikan Berkas Penerbitan Obligasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR