Jakarta, TopBusiness – Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN terus mendorong agar perusahaan pelat merah tersebut semakin berkinerja baik, sehingga dapat unggul di zona regional.
Staf Khusus Bidang Media, Arya Sinulingga kepada mass media di Kementerian BUMN dalam temu keakraban di Jakarta, Selasa (12/11), menyatakan bahwa pihaknya melakukan evaluasi seluruh kinerja perusahaan berstatus BUMN.
“Saat ini Menteri BUMN Erick Thohir sedang melakukan evaluasi seluruh kinerja perusahaan pelat merah ini. Jika BUMN sudah baik akan dipertahankan dan yang berkinerja buruk tentunya akan dicarikan solusi agar menjadi perusahaan yang baik”, tegas Aria.
Dalam kondisi seperti itu, tak bisa dipungkiri bahwa struktur organisasional dan manajemen perusahaan bisa saja dilakukan perubahan.
Lanjut Aria menerangkan, saat ini juga sedang dibahas tentang susunan direksi BUMN yang kosong atau sementara ini dilaksanakan oleh pejabat pelaksana tugas (PLT), sehingga dalam waktu dekat akan ada direksi baru di BUMN tersebut.
Kecepatan dan ketepatan dalam menetapkan jajaran pucuk pimpinan direksi, adalah untuk menambah kuat kinerja operasional perusahaan sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan di kancah Asean. “Apalagi BUMN ini sedang berlari sangat kencang agar bisa menjadi perusahaan unggul di kawasan regionalisasi Asean serta pasar global,” ungkapnya.
Dirinya juga menambahkan, saat ini menteri BUMN juga sedang mengevaluasi dan memfinalisasikan kerja sama perusahaan migas Arab Saudi dengan PT Pertamina (Persero) yang akan membangun kilang prosesing plant di Cilacap,Jawa Tengah.
“Dimana perjanjian Aramco dengan Pertamina ini sudah berjalan 5 tahun, akan tetapi realisasinya juga belum kunjung terealisir pembangunan kilang tersebut. Oleh sebab itu, Menteri BUMN membahas kembali apakah dilanjutkan atau batal sama sekali, lima tahun waktu yang cukup lama”, ujar Aria.
Albarsyah
