TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BP Berau Tandatangani Kontrak Kapal PSV

Albarsyah
13 November 2019 | 14:12
rubrik: Ekonomi
BP Berau Tandatangani Kontrak Kapal PSV

Jakarta, TopBusiness – BP Berau Ltd dan PT  Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (PNEP) hari ini menandatangani nota perjanjian sewa jangka panjang kapal Platform Support Vessel (PSV) Ketiga. Penandatanganan dilakukan oleh Operations Executions Manager Procurement & Supply Chain Management (PSCM) BP Berau Ltd., Fendi Leks dan Eka Taniputra, direktur utama  PNEP.

Prosesi nota penandatanganan turut disaksikan Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Tunggal, Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas Erwin Suryadi, serta VP PSCM BP Berau Ltd. James Tehubijuluw.

Kapal PSV ketiga ini melengkapi dua PSV lainnya, milik PT Wintermar yang telah terpilih sebelumnya melalui proses lelang. Kapal PSV merupakan kapal yang dirancang khusus untuk menyelesaikan berbagai tugas dalam mendukung kebutuhan platform minyak lepas pantai (offshore), yang diantaranya, untuk mengangkut barang dan personil dari dan menuju platform minyak lepas pantai maupun ke anjungan pengeboran (rig).

Area operasi kapal PSV ini berada di wilayah kerja pengeboran offshore Tangguh LNG dengan jangka waktu Kontrak selama 4 tahun pasti dan 3 tahun opsional. Dengan spesifikasi deck space lebih dari 600 m2, kemampuan dynamic positioning (DP-2), 4000bbls mud capacity serta akomodasi sebanyak 20 orang yang dilengkapi dengan sistem firefighting menjadikan kapal PSV ini termasuk kapal dengan teknologi canggih.

Dalam rangka mendukung Peraturan Pemerintah RI No. 29 Tahun 2018 tentang pemberdayaan Industri dalam negeri dan atas arahan SKK Migas, untuk pertama kalinya BP mensyaratkan kewajiban di dalam kontrak ini agar Kontraktor secara partisipatif melakukan pengembangan kapasitas lokal dengan melakukan kerja sama dengan galangan kapal di Teluk Bintuni dan/atau Kota Sorong.

Pengembangan kapasitas ini memberikan dampak positif bagi industri maritim lokal, dimana dapat menaikkan standar kualitas galangan kapal sehingga lebih mampu dalam memenuhi kebutuhan perawatan kapal sejenis dan dapat meningkatkan daya saing baik secara lokal maupun regional.

BACA JUGA:   Berikut Uraian Penggunaan SILPA dari BLUD UPTD PALD Kota Bekasi

Sejauh ini pemanfaatan galangan kapal lokal adalah menangani kegiatan perbaikan terhadap kerusakan kapal, namun spare part dan teknisi didatangkan dari luar Papua. Berdasarkan Road Map Maintenance Facility ke depannya diharapkan galangan kapal lokal mempunyai teknisi yang bisa menangani perbaikan peralatan kritikal, ketersediaan spare part dan memilki fasilitas dry docking untuk kapal sejenis.

“Dalam melakukan kegiatan operasi, kami berkomitmen untuk membawa manfaat bagi para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi kami. Melalui komitmen pengembangan kapasitas galangan kapal lokal di dalam kontrak PSV ini, kami yakin akan dapat mengembangkan kapasitas usaha lokal bidang kemaritiman agar menjadi lebih kompetitif,” ucap James.

Tunggal menyampaikan bahwa sesuai dengan situasi industri migas saat ini, SKK Migas berkomitmen terus meningkatkan produksi dan efisiensi cost recovery. Penerapan teknologi baru dalam hal mengelola industri hulu migas Indonesia sangat diperlukan guna memenuhi KPI (key performance indicator) SKK Migas yaitu penambahan reserve replacement ratio, efisiensi cost recovery, dan percepatan pencapaian target lifting seperti yang selalu disampaikan Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas dalam berbagai kesempatan.

Erwin Suryadi menambahkan, “Terobosan pemanfaatan fasilitas perawatan kapal lokal ini merupakan hal yang pertama kali dilakukan oleh BP Berau Ltd. dan dengan adanya perjanjian jangka panjang ini tidak hanya akan menghasilkan operasi yang lebih efisien dengan penghematan sekitar USD 9,5 juta selama jangka waktu kontrak, tetapi juga memberikan multiplier effect yang lebih luas, di antaranya, terhadap industri perkapalan provinsi Papua tempat KKKS beroperasi serta penyerapan tenaga kerja papua untuk crew sampai dengan akhir periode kontrak.”

Previous Post

Kementerian tengah Evaluasi Kinerja Perusahaan BUMN

Next Post

FM Forum 2019 Digelar

Comments 1

  1. INDRA KURNIAWAN says:
    5 years ago

    Saya harap bisa di terima dan bisa masuk perusahaan ini, berkerjasama dan berbagi pengalaman dengan perusahaan ini

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR