Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) atau BRI Agro ya g selama ini cukup positif, akhirnya mendulang penghargaan internasional.
Kali ini, perseroan diganjar penghargaan dari Forbes Indonesia sebagai salah satu dari 50 perusahaan terbaik yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk itu mendulang penghargaan dengan kategori Best Of The Best ‘The Top 50 Listed Companies For 2019’.
“Penghargaan Best of The Best ‘The Top 50 Listed Companies For 2019’ dari Forbes Indonesia membuat AGRO masuk menjadi salah satu dari tujuh bank di Indonesia yang juga mendulang penghargaan tersebut,” tutur Plt Direktur Utama Ebeneser Girsang, di Jakarta, Selasa (19/11/2019).
Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang mampu menunjukkan kinerja keseluruhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir setelah melewati proses seleksi ketat Forbes Indonesia. Penilaian sendiri terdiri dari beberapa indikator yang ditetapkan Forbes.
Menurutnya,kinerja BRI Agro tak lepas dari kontribusi Pinjam Tenang atau disebut Pinang yang diluncurkan pada Februari 2019 di Solo Jawa Tengah lalu. Pinang adalah pinjaman berbasis digital BRI Agro dan sekaligus menjadi produk pinjaman bank berbasis aplikasi pertama di Indonesia.
Aplikasi Pinang sudah berbasis digital sepenuhnya dengan sistem digital verification, digital scoring dan digital signature yang diinisiasi oleh Bank BRI selaku perusahan induk untuk dikembangkan dan dipasarkan oleh BRI Agro.
Berdasarkan posisi September 2019, kata dia, Pinang tumbuh sebesar 7.689% dari semenjak diluncurkan pada bulan Februari 2019. Pada kuartal III-2019 penyaluran kredit Pinang mencapai Rp.11,73 miliar.
Sehingga dengan adanya penghargaan ini, kata dia, menjadi motivasi perswroan untuk terus berbenah dan mengembangkan bisnis dalam mendukung pencapaian target kinerja tahun 2019. “Serta kami juga akan terus berusaha dalam meningkatkan value bagi para stakeholder,” kata Ebeneser.
AGRO telah membuktikan, kinerja selama tiga tahun terakhir masih dapat tumbuh di atas industri. Berdasarkan posisi kuartal III, total aset BRI Agro tumbuh sebesar 19,22% (yoy) dari Rp 20,91 triliun menjadi Rp 24,92 triliun. Adapun total aset industri hanya tumbuh rata-rata 7,86%.
Kredit yang disalurkan BRI Agro juga tumbuh sebesar 34,61% (yoy) dari Rp 13,66 triliun menjadi Rp 18,39 triliun. Jika dibandingkan dengan penyaluran kredit industri itu tumbuh sebesar 8,68%.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 24,55% (yoy) dari Rp15,82 triliun menjadi Rp 19,70 triliun pada triwulan III/2019. Atau tumbuh 8,79% jika dibandingkan dengan penghimpunan DPK industri.
Tomy Asyari
