Jakarta, TopBusiness—Perdagangan semalam, bursa saham AS (Amerika Serikat) ditutup bervariatif. Indeks Dow Jones turun 0,36%; S&P 500 flat 0,06%; serta Nasdaq menguat 0,24%. Semua itu akibat minimnya sentimen positif.
Riset harian Samuel Sekuritas Indonesia yang dipublikasikan pagi ini, menyebut bahwa pelaku pasar masih mencermati ancaman Presiden AS Donald Trump terkait kenaikan tarif dagang, jika pihak China tidak menyetujui kesepakatan dagang fase satu antara dua negara tersebut.
Dijelaskan pula bahwa, di sisi lain, investor juga sedang menanti rilis dari risalah Rapat FOMC yang dapat membantu investor menerka arah kebijakan The Fed ke depan. Selain itu, pada hari Kamis juga akan dirilis data klaim pengangguran yang diperkirakan akan turun.
Riset itu juga memaparkan bahwa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan cenderung flat hari ini. Karena menanti arah kebijakan suku bunga BI yang akan diumumkan hari ini.
Dijelaskan, ekonom Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi bahwa BI akan sekali lagi menurunkan suku bunga acuan, di sisa tahun 2019 ini.
(Adhito)
