Jakarta, TopBusiness – Kemenperin mendorong terciptanya inovasi agar industri nasional dapat terus maju dan berdaya saing global, seiring program prioritas di peta jalan Making Indonesia 4.0.
“Era revolusi industri 4.0 tidak hanya membawa perubahan bagi sektor industri, akan tetapi juga dalam kehidupan pada umumnya,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Kemenperin, Sony Sulaksono di Jakarta, Selasa (26/11), dalam laman kemenperin.go.id.
Dia mengungkapkan, penggunaan teknologi digital pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi penanda hadirnya era revolusi industri 4.0, kini mulai diterapkan dalam proses produksi batik. “Tingginya permintaan batik akhir-akhir ini di satu sisi membuat industri pembuatan batik menjadi bergeliat lagi, namun sayangnya hal ini memiliki permasalahan tersendiri dalam hal peningkatan kapasitas produksi batik itu sendiri,” ungkap Sony.
Kendala tersebut tak lepas dari proses pembuatan batik yang panjang dan rumit serta peralatan digunakan masih terbatas baik secara teknologi maupun kemampuan. Terutama, peralatan produksi batik cap, yang saat ini masih mengandalkan tenaga manusia dalam proses pengecapan.
Penulis: Agus H
