Jakarta, TopBusiness – Ratusan profesional di bidang tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan (Governance, Risk Management, and Compliance/GRC) dari Asia Tenggara akan berkumpul di Bali pada 5-6 Desember 2019 untuk mengikuti acara Risk Beyond 2019.
Ini merupakan ajang konferensi internasional yang ke-9 dan untuk tahun ini mengambil tema Risk Management: The Next Generations, Embracing GRC in Industry 4.0. Tema ini diambil karena adanya peluang besar dari efisiensi yang lebih besar terkait pengembangan industri 4.0. Namun itu perlu ada kesadaran dan pemahaman tentang risiko untuk generasi berikutnya.
“Ditambah lagi dengan persyaratan kepatuhan peraturan, transformasi yang harus segera dilakukan dalam cara rencana bisnis strategi mereka untuk mengubah tantangan ini menjadi peluang, dan menjadi kewajiban. Kemampuan dan kelincahan dalam praktik GRC di era disrupsi ini yang membedakan antara pemenang dan pecundang,” tulis keterangan resmi dari penyelenggara yang diterima redaksi, Kamis (28/11/2019).
Dalam ajang Risk Beyond 2019 ini akan berkumpul para pembuat kebijakan dan pemimpin industri dari seluruh dunia untuk membahas masa depan manajemen risiko dan perannya yang sangat penting dalam membantu organisasi menghadapi berbagai masalah yang ditimbulkan akibat digitalisasi.
Ajang konferensi ini akan menampilkan lebih dari 30 pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan dari sejumlah negara antara lain Australia, Kanada, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Swiss, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat.
“Risk Beyond 2019 akan memberikan wawasan tentang bagaimana manajemen risiko dan tata kelola risiko menciptakan stabilitas dan kontinuitas bisnis serta berdiskusi untuk berbagi pengalaman tentang berbagai masalah dari berbagai perspektif dan pengaturan,” jelasnya. (nrd)

