TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laba Bersih Pelita Samudera Hingga Oktober Naik 19%

Nurdian Akhmad
28 November 2019 | 17:35
rubrik: Business Info
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) dengan fokus memperluas pangsa pasar, ekspansi armada di kapal kargo curah (Motor Vessel) dan juga peningkatan profitabilitas marjin, masih mencatatkan kinerja positif hingga akhir Oktober 2019 ini.

Dengan begitu, target perseroan hingga tahun ini optimis bisa tercapai. Salah satunya pertumbuhan pendapatan sewa berjangka (time charter) yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 253% per 31 Oktober 2019 lalu itu.

“Kenaikan itu berkontribusi pada kenaikan pendapatan perseroan sebesar 22% menjadi US$62,7 juta dari US$51,3 juta per 31 Oktober 2018,” tutur Imelda Agustina Kiagoes, Sekretaris Perusahaan PSSI, di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Kenaikan pendapatan sewa berjangka tertingginya dari segmen MV diikuti segmen Floating Loading Facility (FLF) dan Kapal Tunda dan Tongkang (TNB).

Dengan kinerja itu, perseroan pun mencetak kenaikan laba bruto sebesar 25% per 31 Oktober 2019 menjadi US$16,1 juta dari US$12,9 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Untuk lini bisnis TNB menyumbang 50% dari Total EBITDA diikuti FLF sebesar 32% dan lini bisnis terbaru MV sebesar 18%,” jelasnya.

Sampai dengan akhir Oktober 2019, komposisi kontrak jangka panjang untuk FLF sudah mencapai 90% dan 10% spot basis. Sedangkan kontrak jangka panjang untuk TNB mencapai 75% dan 25% spot basis.

Lebih jauh dia menegaskan, untuk menunjang kinerja perseroan, PSSI juga telah membelanjakan untuk capex (belanja modal) hingga US$45,8 juta sampai dengan Oktober 2019 dari total target anggaran capex 2019 sebesar US$61,3 juta.

“Realisasi capex sebesar 75% ini sebagian besar untuk pembelian 4 unit kapal MV, 1 unit tugboat dan 2 unit tongkang sebagai bagian dari program ekspansi armada,” kata Imelda.

BACA JUGA:   Pelita Shipping Kantongi Kontrak US$ 39,4 Juta

Perseroan juga mencatat peningkatan aset sebesar 28% menjadi US$140,6 juta per 31 Oktober 2019 dari US$110,1 juta per 31 Desember 2018.

Terdapat keuntungan penjualan 1 FLF di September 2018 sebesar US$7,6 juta yang berkontribusi terhadap tingginya laba bersih sebesar 19% per Oktober 2018 dibandingkan Oktober 2019. Sehingga laba bersih per 31 Oktober 2019 sebesar mencapai US$9,2 juta.

Kinerja operasional juga, kata dia, tetap solid, di samping ekspansi armada yang berkelanjutan, PSSI terus berinisiatif dalam memonitor penghematan biaya, di antaranya perbaikan dan pemeliharaan kapal (docking) yang dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat dari yang ditargetkan.

“Utilisasi kapal yang tinggi di rata-rata 94% sampai akhir Oktober 2019,” ucap Imelda.

Dengan kinerja demikian, struktur permodalan terjaga dengan baik, rasioutang terhadap aset (Debt to Asset Ratio) dan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) sebesar 30% dan 50% per 31 Oktober 2019, sedikit mengalami kenaikan dari periode yang sama tahun lalu, dengan adanya pinjaman bank dari Citibank dan ICICI yang sebagian besar digunakan untuk ekspansi armada kapal.

Untuk current ratio mengalami penurunan menjadi 0.81 dari 2.22 dengan adanya pembayaran armada MV dan pinjaman bank jangka pendek dari Citibank. Jumlah ekuitas meningkat sebesar 18% per 31 Oktober 2019 menjadi US$84,6 juta dari US$71,7 juta per 31 Desember 2018 dengan kenaikan saldo laba (retained earnings) sebesar 30%.

Kenaikan modal saham dan tambahan modal disetor masing-masing sebesar 6% dan 144% dengan adanya penerbitan saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) itu.

“Dengan ekpansi armada berkelanjutan itu akan membantu PSSI untuk mencapai target pertumbuhan organik sebesar 20% sampai 25% di tahun 2019,” tutup dia.

BACA JUGA:   Ini Kinerja Emiten Pelayaran di Tengah Fluktuasi Harga Batubara

Penulis: Tomy

Tags: Pelita Shipping
Previous Post

Ratusan Praktisi GRC Asia Tenggara akan Hadiri Risk Beyond 2019

Next Post

ANDI Diperdagangkan Kembali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR