Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali akan mengalami penguatan. Hal ini karena beberapa hari melemah, sehingga diperkirakan pelaku pasar melakukan ambil untung (profit taking).
Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di level Rp14.095 per USD atau terapresiasi 10 poin dari penutupan kemarin di angka Rp14.105 per USD. Namun hingga 1,5 jam pertama, laju rupiah masih stagnan di tangga Rp14.094,5 per USD.
Menurut analis pasar uang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Reny Eka Putri, pelemahan mata uang NKRI yang terjadi sejak awal pekan itu telah manfaatkan oleh para pelaku pasar untuk melakukan profit taking.
“Dengan begitu membuat pada akhirnya rupiah bisa berbalik arah dan menguat di hadapan the greenback,” kata dia, di Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Padahal, sentiment terhadap rupiah dari dalam negeri sendiri belum ada yang positif dan sangat signifikan yang bisa mendorong penguatan rupiah lebih lanjut. Sedangkan dari eksternal akan ada data ekonomi AS yang bakal dirilis. “Makanya, kami perkirakan rupiah akan bergerak sideways,” jelas Reny.
Pada perdagangan Rabu (4/12) kemarin, kurs spot rupiah menguat tipis 0,07% ke Rp 14.105 per USD. Serupa dengan itu, kurs tengah rupiah Bank Indonesia naik tipis 0,03% menjadi Rp 14.125 per dolar AS.
“Dengan kondisi yang ada, kami perkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada di kisaran Rp 14.102 hingga Rp 14.143 per USD,” tutur dia.
Penulis: Tomy
