Jakarta, TopBusiness – Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan atau IHSG pada Selasa (10/12) minus 7,03 poin, atau setara dengan 0,11 persen ke posisi 6.186,75. Pergerakan indeks Jakarta mengikuti arah gerak bursa utama dunia.
Pelaku pasar modal mengikuti arah pergerakan bursa utama dunia dan masih mencerna soal kemungkinan ada putaran lanjut tarif AS untuk impor China dijadwalkan akan berlaku. Selain, ada potensi pemotongan suku bunga Federal Reserve AS awal tahun 2020. Sehingga memilih untuk melakukan konsolidasi terlebih dahulu.
Sejumlah bursa utama dunia mengalami tekanan, yang dimotori oleh Wall Street. Misal, di Bursa Efek Tokyo melalui nikkei-225 kehilangan 23,01 poin (0,10 persen) menjadi 23.407,69, diikuti indeks hang seng di Bursa Saham Hong Kong 115,74 poin (0,44 persen) ke level 26.378,99, dan ASX 200 di Bursa Saham Australia 3,40 poin (0,051 persen) ke posisi 6.726,60.
Indeks dow jones industrial average hingga penutupan perdagangan waktu setempat di Wall Street lebih rendah 105,46 poin (0,38 persen) menjadi 27.909,60, dan nasdaq 34,70 poin (0,40 persen) ke arah 8.621,83 poin.
Penulis: Agus H
