
Jakarta, businessnews.id — Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Ina Primina, meminta pemerintah mendatang memberikan insentif dalam pengembangan industri perikanan dan kelautan. Itu seperti industri rumput laut.
Menurut dia di Jakarta (14/10/2014), saat ini Indonesia hanya berada pada urutan 12 sebagai negara pengekspor komoditas perikanan, padahal memiliki garis pantai terpanjang nomor dua sedunia.
“Hal itu karena industri perikanan belum berkembang di dalam negeri,” terang dia.
Industri rumput laut masih saja mengekspor bahan mentah, padahal dari rumput laut bisa menghasilkan 500 bahan turunan.
Hal itu terjadi karena kurang insentif kepada dunia usaha dalam pengembangan industri rumput laut.
Insentif yang dimaksudkannya itu bisa datang dari perbankan dan pemerintah. “Itu meliputi fiskal maupun moneter.”
Terkait dengan insentif dari perbankan, ia meminta adanya keberanian pemerintah ke depan menekan perbankan memberi bunga kredit bagi industri perikanan dan kelautan dengan rate 3-4 persen .
Hal itu mengacu pada negara tetangga yang suku bunga kreditnya hanya 3-7 persen; itu jauh lebih rendah daripada di Indonesia yang sekarang di kisaran 11,25-13,30 persen untuk sektor korporasi; 16-23 persen untuk sektor kredit mikro.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito