Jakarta,TopBusiness—Industri logistik global dibayangi oleh faktor ketidakpastian tertentu. Sementara, belanja logistik global masih terus akan tumbuh sampai 2023.
Demikian dikatakan oleh Konsutan Keilmuan Transportasi dan Logistik Frost and Sullivan, Mohamed Nadjib, di Jakarta (11/12/2019), dalam paparan hasil riset terbaru kepada sejumlah media massa.
Nadjib ada mengatakan bahwa salah satu dari faktor ketidakpastian itu adalah perang dagang. Yang lainnya adalah kondisi geopolitik, regulasi pemanasan global, serta perhatian kepada keamanan siber.
“Sementara itu, kami memprediksikan bahwa belanja logistik global mencapai USD 12 triliun pada tahun 2023,” kata dia.
Untuk Asia-Pasifik, nilai belanja logistik diprediksi di USD 766 miliar pada tahun 2023.
Ada pun pada tahun 2020, belanja logisitik global terbesar diprediksi berasal dari kargo transportasi. Nilai belanja kargo transportasi tersebut senilai USD 3,65 triliun.
“Berarti,kargo transportasi memegang 65% dari belanja logistik global pada tahun 2020,” Nadjib menambahkan.
(Adhito)
