TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Terbatas, Investor dan Pasokan Kondominium Mewah Surabaya

Nurdian Akhmad
15 October 2014 | 15:28
rubrik: Capital Market
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, businessnews.id — Investor kondominium kelas atas di Surabaya bisa disebut terbatas. Selain itu, pasokan properti tersebut juga tidak bisa dikatakan banyak. Hal itu dijelaskan Head of Surabaya Office Jones Lang LaSalle (JLL), Joseph Lukito, di Jakarta hari ini (15/10/2014).

Dalam jumpa pers, Joseph menjelaskan bahwa lokasi kondominium kelas atas itu terbatas. “Paling-paling, di bagian barat dan timur Kota Surabaya,” dia berkata.

Rata-rata harga kondominium tersebut, di kisaran Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per m2.

Dengan harga yang mahal, penyewa pun terbatas. Otomatis, investor properti kurang berminat membeli kondominium kelas tersebut.

Untuk kondominium kelas menengah, rata-rata harganya Rp 15 juta per m2.

“Adapun untuk [kondominium] yang middle low, di harga Rp 7 juta sampai Rp 8 juta per m2,” dia menambahkan.

Untuk kondominium kelas ini, banyak yang berlokasi dekat perguruan tinggi. Pemilik properti tersebut banyak warga asal bagian timur Indonesia, yang menyediakan tempat tinggal untuk anaknya yang kuliah di Surabaya.

“Kemudian, young couple pun banyak yang memilih membeli kondominium middle low karena menginginkan jarak tempuh yang dekat dengan pusat aktivitas,” ucap Joseph pula.

Kawasan Industri
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa harga lahan kawasan industri di Surabaya pun dianggap sudah terlalu mahal seperti halnya Jakarta dan kawasan sekitarnya. Maka, muncullah kawasan alternatif.

Misalnya, pengembangan infrastruktur ke arah Banyuwangi, banyak memunculkan kawasan industri di Lamongan ataupun Tuban.

“Walau ada kenaikan juga, harga lahan di situ masih reasonable untuk calon tenant kawasan industri.”

Penulis/Peliput: Achmad Adhito

Editor: Achmad Adhito

 

BACA JUGA:   Wika Gedung Topping Off Tower 1 Apartemen Arandra Residence
Tags: apartemensurabaya
Previous Post

Stabil, Obligasi Bima Multi Finance Berperingkat Triple B

Next Post

Sentimen Positif Muncul Lagi di Pasar Properti

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR