TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Produk Dalam Negeri untuk Peningkatan Konstruksi Nasional

Agus Haryanto
16 December 2019 | 17:01
rubrik: Ekonomi
FOTO2 BURSA EFEK

Projek LRT Adhi Karya di Jalan Gatot Subroto, Jakarta (Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional atau Gapensi mengaku prihatin dengan mati surinya beberapa industri konstruksi nasional, karena itu perlu ada peningkatan pemakaian produk material dalam negeri.

“Kalau mau bangkit, kita harus pakai produk negeri sendiri! Gapensi mengaku sangat prihatin dengan mati surinya beberapa industri konstruksi nasional, paradox dengan pembangunan infrastruktur yagn selam ini dikerjakan secara  besar-besaran   yang   ternyata   belum   mampu   membangkitkan industri   rantai   pasok-nya”,   kata  Ketua   Umum   BPP   Gapensi   Iskandar   Z. Hartawi  ditemui di tengah-tengah acara road show Gapensi Goes To Campus di Politeknik Ujung Pandang, Makasar,  Senin  (16/12).

Bahkan dirinya sangat mendorong produk-produk lokal dalam industri konstruksi. “Tapi kita tidak boleh putus asa, tidak boleh menyerah begitu saja  dari  serbuan material-material dan  peralatan konstruksi dari  luar,” tegasnya.

Gapensi sebagai asosiasi jasa konstruksi nasional terbesar dan tertua di Indonesia bahkan di Asean memiliki jaringan pengurus daerah di 34 propinsi dan pengurus cabang di lebih dari 512   kabupaten, mempunyai komitmen  kuat  untuk  ikut mendukung guna kebangkitan industri konstruksi nasional.

“Kami  pengurus  pusat  dan  daerah  akan  road   show  terus-menerus  ke seluruh daerah  di 34  provinsi  untuk   mengkampanyekan   secara   masif   agar penggunaan material-material konstruksi produksi industri nasional dalam proyek-proyek yang kami kerjakan menjadi suatu keharusan, kampanye ini kami khususkan dulu kepada anggota kami yang saat ini berjumlah lebih dari 32 ribu lebih perusahaan”.

Menurut dia pihaknya terus mensosialisasikan produk dalam negeri.  “Jadi hampir  setiap minggu,  kami   harus  berpindah-pindah  dari  BPD  satu  ke  BPD  lainnya,   dengan  mengajak industri-industri rantai pasok industri nasional baik BUMN maupun swasta nasional dan juga dari   Kementerian  Pekerjaan  Umum  dan   LKPJ   (Lembaga   Pengembangan   Jasa   KonstruksiNasional)”, ujar Iskandar dengan penuh rasa optimis.

BACA JUGA:   BI kembali Tuding Tiongkok Sebab Rupiah Terpuruk

Informasi di lapangan  dari banyak  Ganggota   Gapensi,   selalu   saja  harga  termurah   yang menjadi   pertimbangan dalam penentuan pemenang   tender-tender   di   proyek-proyek pemerintah.   Ingin   semurah-murahnya,   inilah   yang   selalu   menjadi masalah   di   dalam mendapatkan  kualitas konstruksi yang baik.

“Misalkan  dalam penyediaan besi beton;  kitasemua pasti  mengenal   istilah besi banci,  dikatakan   besi  10 misalnya,  tapi   kenyataannya setelah   diukur   hanya   8   mm   diameternya.   “Ini   jelas tidak   sesuai   SNI   (Standar   NasionalIndonesia),  belum lagi  kualitas kekuatannya,” demikian dijelaskan oleh Ken Pangestu dari Masyarakat Konstruksi Baja Indonesia, yang juga selalu setiap mengikuti  acara  road show ini.

Saat ini di pasaran beredar begitu banyak besi-besi yang tiak jelas asal usulnya, dengan kualitas jauh di bawah standard SNI. Selain itu juga banyak sekali di pasaran jenis-jenis besi dari  luar  negeri yang   sebenarnya   di   industri   nasional   sendiri   kita   sudah   mampu memproduksinya.

“Tentunya   kondisi   ini   sangat   memukul   industri   nasional   untuk   bisa berkembang dengan baik. Dari data asosiasi baja ini, ternyata kurang lebih 50% pemakaian besi nasional saat ini dipenuhi oleh produksi import, sementara kapasitas rata-rata industri besi nasional terpakai baru sekitar  60% saja. Jika  kondisi ini terus berlanjut, makin sulit industri nasional kita berkembang dengan baik”, ditambahkan Teguh Sarwono dari group Krakatau Steel.

Iskandar   lebih   lanjut   menekankan.   “Ini   pastilah menjadi tantangan berat kita,   tapi kebangkitan industri konstruksi nasional adalah tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa.   Untuk   itu   Gapensi mengajak   seluruh   pemangku   kepentingan  dunia  kontruksi nasional untuk bekerja bersama dan punya komitmen kuat. Kalau bukan kita-kita sendiri yang memulai memakai produksi nasional ber-SNI, siapa lagi ?”  tekan Iskandar.

Menurutnya, jika kita kompak,  rasanya sangat  mudah   bagi   industri  konstruksi  nasional menjadi kuat dan setidak-tidaknya  bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan bisa juga makin berkembang kuat dengan melakukan export produksinya.

BACA JUGA:   6 Ruas Tol Baru Siap Beroperasi

Pemerintah sebagai regulator juga harus dituntut punya komitmen dan usaha keras untuk membangun industri konstruksi nasional. Sebagai contoh,  sejak saat perencanaan, maka semua   material   dan   peralatan   konstruksi seharusnya diwajibkan   menggunakan   produksi nasional ber-SNI, terlebih-lebih jika proyek tersebut bersumber dari dana APBN atau APBD,  karena itu dari  pajak.

Demikian   juga   proyek-proyek   investasi   baik investor nasional maupun  asing,   saat   proses   perijinan,   pemerintah   juga   harus berani   mewajibkan  mereka  mengutamakan   penggunakan   produk-produk   material   dan peralatan konstruksi dalam negeri. Melalui acara road show di 34 propinsi ini, Gapensi ingin bisa menjadi salah satu penggerak dan  influencer  untuk  seluruh pelaku   industri kontruksi  untuk  terus meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri.  “Kami   ingin mengajak  seluruh pemangku kepentingan, ini adalah kerja keras bersama, ini adalah untuk kepentingan kemajuan bangsa Indonesia,” tegas Iskandar.

 

Albarsyah

Previous Post

Pasar Penerbangan Murah Bandara Soetta Bertumbuh

Next Post

Impor Naik Jelang Akhir Tahun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR