TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BI kembali Tuding Tiongkok Sebab Rupiah Terpuruk

Nurdian Akhmad
11 August 2015 | 21:32
rubrik: Ekonomi
Gedung Bank Indonesia (Dhit/BusinessNews)
Gedung Bank Indonesia (Dhit/BusinessNews)

Jakarta-Thebusinessnews. Rupiah masih terpuruk terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan hari ini, Selasa, 11 Agustus 2015 Rupiah menyentuh level Rp 13.541. terkait hal itu Bank Indonesia menilai keterpurukan Rupiah lebih di akibatkan Kebijakan Otoritas Moneter  Tiongkok.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia,  Mirza Adityaswara menyampaikan  t pergerakan nilai tukar rupiah sebagai reaksi dari keputusan pemerintah Tiongkok melakukan depresiasi dengan melebarkan rentang mata uangnya (currency band). Hal itu dilakukan oleh pemerintah Tiongkok untuk mengurangi pelarian modal, meningkatkan daya saing Yuan agar mendorong export, dan melindungi investor dalam negeri. “Saat ini mata uang Jepang, Korea,dan Eropa, yang merupakan pesaing dagang utama Tiongkok, sudah terdepresiasi cukup besar.” Terang dia di Jakarta, Selasa,11 Agustus 2015.

Di sisi lain, kebijakan di Tiongkok tersebut berpengaruh terhadap seluruh mata uang regional termasuk rupiah. Hampir seluruh mata uang global melemah terhadap dolar AS. Pengaruh kebijakan di Tiongkok terhadap rupiah, tidak sebesar pengaruh yang terjadi pada Singapura Dollar, Korean Won, Taiwan Dollar dan Thai bath.

Ia  meyakini bahwa hal ini akan bersifat sementara sebab  Rupiah sudah  ‘undervalued’. Dan dari dalam negeri sendiri, saat ini memandang rupiah sudah cukup kompetitif terhadap export manufaktur, dan mampu mendorong turis masuk ke Indonesia. “Sementara itu, perkembangan Rupiah juga dipengaruhi oleh pembayaran utang dan deviden secara musiman, khususnya di triwulan II. “ terang dia.

Untuk itu, Bank Indonesia akan selalu memonitor perkembangan Rupiah dan terus menerus di pasar untuk menjaga volatilitas rupiah. (AZ).

 

BACA JUGA:   BSN Tegaskan Pemerataan Infrastruktur Mutu sebagai Fondasi Ekonomi Indonesia Emas 2045
Previous Post

Inaco Gelar Aneka Tornament Dalam Semarakan HUT ke 25

Next Post

SDM Asuransi Umum Perlu di Benahi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR