Jakarta, TopBusiness – Di November 2019, ada tren naiknya impor barang oleh Indonesia. Hal itu karena banyaknya kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan tahun baru 2020.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS), K. Suhariyanto, di Jakarta (16/12/2019), dalam paparan data neraca perdagangan, kepada sejumlah media massa.
Dia menjelaskan bahwa pada November 2019, nilai impor RI di USD 15,34 miliar. Secara year on year atau dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018, nilai impor tersebut naik 3,94 persen.
Sementara itu, nilai ekspor RI pada November 2019, di USD 14,01 miliar. Dengan demikian, untuk November 2019, neracanya perdagangannya RI, di November 2019 defisit sebesar USD 1,33 miliar.
“Defisit di November 2019, memang cukup dalam. Akan tetapi, lebih kecil kalau dibandingkannya dengan defisit serupa November 2018,” kata Suhariyanto.
Selanjutnya, dia ada mengatakan bahwa tantangan bagi perekonomian RI ke depan, bertambah. Hal itu terkait perdagangan internasional yang melambat, dan lain-lain. “Pertumbuhan ekonomi melambat. Ke depan, kita harus hati-hati,” kata Suhariyanto. (Adhito)
