Jakarta, TopBusiness – Kinerja keuangan dan perdagangan saham perusahaan terbuka (emiten) diapresiasi oleh Warta Ekonomi (WE) melalui acara Indonesia Public Companies Award 2019. Mereka dianggap berhasil mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya tersebut.
Untuk itu, emiten-emiten ini pun juga diapresiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selaku regulator sektor keuangan. Muhammad Maulana, Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Keuangan OJK, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja para emiten selama ini yang sudah positif dikabarkan ke publik.
Namun begitu, dia juga minta masyarakat untuk ikut melaporkan para perusahaan terbuka yang nakal atau tak melakukan sesuai aturan yang ada.
“Kami tetap apresiasi para perusahaan terbuka yang berkinerja terbaik di tengah perlambatan ekonomi global. Namun yang berkinerja nakal tetap juga dilaporkan ke kami, biar kita ‘jewer’ agar kinerja perusahaannya menjadi lebih baik,” kata Maulana di acara Indonesia Public Companies Award 2019 ya g digelar WE di Jakarta, Senin (16/12/2019).
Lebih lanjut Maulana menyebutkan, pada tahun ini jumlah emiten di BEI paling tidak akan sama banyak dengan realisasi di 2018 yang mencapai 57 emiten. “Sampai hari ini saja, sudah ada 52 emiten saham yang IPO sepanjang 2019. Kami harapkan tahun ini jumlahnya akan sama dengan tahun lalu atau bisa sampai 60 emiten,” ucapnya.
Dia mencontohkan, dengan adanya kinerja emiten yang baik itu membuat kondisi pasar modal juga kian bertumbuh. Tercatat, semakin banyak perusahaan yang mencari pendanaan dari pasar modal. Entah itu melalui IPO, penerbitan obligasi, PUB, dan lainnya.
Kata dia, sepanjang 2017 nilai emisi dari emiten yang mencari pendanaan di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp254 triliun yang tertinggi hingga kini. Tahun lalu sebanyak Rp 165 triliun nilai emisinya. “Tahun ini sudah sekitar Rp160-an triliun dan ditargetkan bisa mencapai Rp200 triliun,” tutur dia.
Tim riset Warta Ekonomi sendiri melakukan penelitian dengan metode kuantitatif dari laporan kinerja keuangan dan aktivitas perdagangan saham. Pemenang, selain dikelompokkan berdasarkan sektor industri, juga dikelompokkan menjadi Best Public Company 2019 dan Fastest Growing New Public Company 2019.
Best Public Company diberikan kepada perusahaan terbuka yang berhasil mempertahankan tingkat aktivitas perdagangan saham dengan baik dan ditunjang kinerja fundamental perusahaan yang positif selama tiga tahun terakhir.
Fastest Growing New Public Company diberikan kepada perusahaan yang telah melakukan IPO mulai 2015 hingga 2017 dan berhasil meningkatkan kapitalisasi pasar, dan didukung kinerja keuangan yang baik.
Kandidat ditentukan berdasarkan laporan tahunan dan pantauan tim riset Warta Ekonomi atas perkembangan saham emiten di bursa.
Di tempat yang sama, Komisaris Utama WE, Fadel Muhammad menyebut, mengelola perusahaan publik memiliki tantangan yang luar biasa.
“Karena kita harus buat revenue tumbuh agar dapat perhatian lebih. Juga harus ada profit. Dan yang penting lagi, produknya harus ada terobosan yang kreatif dan invatif. Serta memiliki produktivitas yang ada,” tutur Wakil Ketua MPR itu.
Penulis: Tomy
