Jakarta, TopBusiness—Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Pedesaan dan Daerah Tertinggal (Kemendes), Samsul Widodo, mengatakan bahwa penggunaan dana desa harus memerhatikan satu hal penting. Yakni menaikkan tingkat literasi digital masyarakat pedesaan.
“Jadi, ada baiknya bila selain untuk membuat infrastruktur, dana desa digunakan menaikkan literasi digital,” kata dia di Jakarta kemarin malam, saat menjadi pembicara acara Gala Dinner Harbolnas 2019.
Dengan alokasi ke literasi digital, dana desa bisa mendorong naiknya aktivitas usaha masyarakat pedesaan.
“Untuk hal seperti itu,” Samsul menambahkan, “kami pun bekerja sama dengan pihak e-market place. Antara lain Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain,” dia mengimbuhkan.
Dengan cara seperti itu, masyarakat pedesaan bisa memanfaatkan e-commerce untuk aktivitas usaha.
Cara lain yang ditempuh Kemendes adalah bekerja sama dengan asosiasi seperti Idea (Indonesia E-Commerce Association/Asosiasi E-Commerce Indonesia), antara lain melalui Harbolnas 2019.
“Diharapkan, dari kerja sama seperti yang saya sebutkan, ada terbentuk sebuah ekosistem utuh. Kami perlu dukungan agar literasi digital dan e-commerce bisa lebih dipahami dan dimanfaatkan masyarakat desa,” ucap dia.
(Adhito)
