Jakarta, TopBusiness – Persediaan minyak mentah menunjukkan penurunan di Amerika, justru ekspektasi permintaan akan terdongkrak, menyusul kesepakatan fase satu soal dagang antara Washington DC dan Beijing sehingga harga emas hitam tersebut bervariatif.
Badan Informasi Energi Amerika menyebut, stok minyak turun 1,1 juta barel dalam sepekan yang berakhir 13 Desember menjadi 446,8 juta barel. Sebaliknya, bensin dan sulingan terangkat masing-masing sebesar 2,5 juta barel menjadi 237,3 dan 1,5 juta barel menjadi 125,1.
Sebelumnya, harga sempat naik lebih dari satu persen setelah ada kesepakatan perdagangan dan prospek ekonomi global dan permintaan energi meningkat.
Tercatat, di London ICE Futures Exchange, jenis minyak brent positif untuk pengiriman Februari 2020 USD 7 sen atau setara dengan ke posisi USD 66,17 per barel. Sebaliknya, west texas intermediate di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Januari bertambah USD 1 sen menjadi USD 60,93.
Penulis: Agus H
