Jakarta, TopBusiness – Harga minyak mentah dunia positif, pasca-data menunjukkan terjadi penurunan persediaan minyak Amerika.
Data Administrasi Informasi Energi Amerika menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah terpangkas 7,8 juta barel dalam pekan yang berakhir 27 Desember. Angka tersebut jauh dari ekspektasi analis untuk penurunan 3,2 juta barel.
Selanjutnya, ketegangan di Timur Tengah juga menjadi sentimen negatif lantaran Amerika dikabarkan akan mengirimkan sekitar 750 tentara ke Timteng. Itu dilakukan setelah para demonstran menyerang Kedutaan Besar Amerika di Baghdad.
Akibatnya, harga patokan minyak jenis west texas intermediate di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari positif 12 sen ke posisi USD 61,18 per barel. Di London ICE Futures Exchange, jenis brent untuk pengiriman Maret naik 25 sen ke posisi USD 66,25.
Ilustrasi Migas: shutterstock.com
