Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi kain menguat perkasa. Hal ini karena adanya pertemuan tahunan antara Presiden Joko Widodo dengan pelaku Industri Jasa Keuangan (IJK) yang rencananya digelar pagi ini.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp13.678 per USD atau menguat 17 poin dari penutupan sebelumnya di tangga Rp13.695 per USD. Bahkan rupiah kian perkasa hingga dua jam pertama bertengger di posisi Rp13.637,5 atau terapresiasi 0,42% alias 57,5 poin. Bahkan posisi ini dianggap teringgi dalam dua tahun ini.
Menurut analis pasar uang Vibiz Research Center, Alfred Pakasi, dalam pergerakan pasar uang Kamis pagi ini (16/01), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau perkasa lagi, menguat di sekitar hampir 2 tahun tertingginya, sementara dollar AS di pasar Asia mendatar setelah melemah di sesi global sebelumnya.
“Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar tampak datar di pasar uang Asia setelah melemah di tengah peresmian deal dagang antara AS-China,” tutur dia di Jakarta, Kamis (16/1/2020).
Indeks dollar sendiri, kata dia, yang telah mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini terlihat flat ke level 97,22, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,23.
Dengan kondisi tersebut, kata dia, analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini sejatinya masih berpotensi untuk melemah, dengan dollar AS di pasar Asia akan bergerak agak melandai. “Dengan rentang rupiah terhadap dollar pada hari ini terlihat akan berada dalam kisaran antara Rp 13.570 per dollar AS hingga Rp 13.870 per dollar AS,” tutup dia.
Foto: Istimewa
