Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perindustrian ikut aktif berperan dalam upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, khususnya, sektor industri. Ini sejalan dengan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM yang unggul agar bisa mewujudkan visi Indonesia Maju.
“Kami sangat menyambut baik adanya kolaborasi di antara stakeholder pendidikan vokasi, mulai dari pemerintah, asosiasi, sampai pelaku industri. Melalui program ini, kami berupaya memperkecil kesenjangan tenaga kerja khususunya di level menengah,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI)-Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto pada Pembukaan Pelatihan Senior dan Master Trainer di Jakarta, dalam laman kemenperin.go.id.
Guna mewujudkan pembangunan SDM industri yang kompeten, pihaknya telah menetapkan enam langkah strategis. Pertama, pengembangan pendidikan vokasi industri menuju dual system model Jerman. Kedua, pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri atau kawasan pusat pertumbuhan industri dan wilayah pusat pertumbuhan industri.
Ketiga, menyelenggarakan pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dengan industri. Langkah keempat, Kemenperin rutin menggelar Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja). Berikutnya, pembangunan infrastruktur kompetensi dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri. “Dan, yang keenam adalah pengembangan SDM industri 4.0. Salah satunya melalui pembangunan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 4.0,” sebutnya.
