Jakarta, TopBusiness – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menargetkan porsi energi terbarukan (EBT) hingga tahun 2020 sebanyak 13,4 persen.
Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan, prioritas kebijakan utama sektor energi dan mineral bertumpu pada prespektif transformasi ekonomi. Hal ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan yang berkualitas.
“Prioritas nasional utama adalah memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas,” ungkap Arifin dalam laman esdm.go.id, hari ini.
Beberapa program nasional yang akan dijalankan oleh Kementerian ESDM mengarah kepada pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri serta pemanfaatan energi lokal yang bersih. Salah satunya, menargetkan porsi energi terbarukan (EBT) dalam bauran energi mencapai 13,4 persen pada tahun 2020.
Porsi ini akan mengalami peningkatan hingga 19,5 persen pada tahun 2024. Bertahap pada 2021 mencapai 14,5 persen, 2022 mencapai 15,7 persen dan 2023 mencapai 17,9 persen. Arifin juga berharap berharap pada tahun 2020 ini, realisasi pembangkit EBT yang beroperasi bisa bertambah. “Kami menargetkan kapasitas pembangkit EBT pada tahun ini juga bisa bertambah menjadi 700 MW,” ujar Arifin.
