Jakarta, TopBusiness – PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN menunjukkan performa kinerja bisnis yang positif, menyusul inovasi yang dilakukan manajemen dalam penetrasi pasar secara hospitality alias sikap ramah.
“Performa business PT HIN terus memberikan pertumbuhan sangat baik terhadap capaian penghasilan dan juga berhasil menciptakan laba yang sangat signifikan pula”, tegas Direktur Utama PT HIN, Iswandi Said kepada mass media, dalam acara Ngopi pagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di Sinergy Launge Gedung Kementerian BUMN, Kamis (30/01).

Jelas Iswandi, pertumbuhan penghasilan ini berkat inovasi seluruh managemen yang terlibat dalam penetrasi pasar secara hospitality. “Akan tetapi capaian peningkatan tersebut disumbangkan dari penerimaan non kamar. Seperti MICE sekala lokal dan internasional di seluruh operasi bisnis kami, serta juga pengunaan fasilitas lainnya yang dimiliki hotel kami, seperti ball room dalam acara wedding dan lainnya”, ungkap Iswandi.
HIN berhasil mencapai peningkatan kinerja di berbagai aspek kegiatan perusahaan. Peningkatan kinerja, antara lain, meliputi jumlah kamar terjual, jumlah tamu datang, tingkat isian kamar (occupancy rate) yang terus mengalami peningkatan, sehingga HIN berhasil meningkatkan revenue perusahaan dan mencapai kinerja keuangan yang positif.
Tamu yang datang pada 2016 sebesar 418.468, 2017 (459.857), 2018 (492.344), dan 2019 meningkat menjadi 500.831. Jumlah kamar terjual meningkat menjadi 591.916 dibanding tahun 2018 sebesar 585.802.
Sementara itu, tingkat hunian (occupancy rate) pada tahun 2016 sebesar 68,4%, 2017 (75,5%), 2018 (69,4%), dan tahun 2019 (68,9%). Dengan berbagai peningkatan yang berhasil dicapai, HIN berhasil meningkatkan pendapatan usaha perusahaan dari Rp 698,7 miliar pada tahun 2018, menjadi sebesar Rp 726,4 miliar (unaudited) pada tahun 2019.
HIN juga berhasil meningkatkan keuntungan perusahaan. Apabila pada tahun 2015, HIN mengalami kerugian sebesar Rp 113.5 miliar, pada tahun 2016 menurun menjadi sebesar Rp 92.2 miliar, maka pada tahun 2017 berhasil mencetak keuntungan sebesar Rp 9,1 juta, tahun 2018 meningkat signifikan menjadi Rp 17,4 miliar, dan tahun 2019 meningkat lagi menjadi Rp 50,8 miliar (unaudited).

Transformasi ke depan dan fokus di tahun 2020 sejalan dengan visi “menjadi perusahaan bidang hospitality terbaik bertaraf internasional dengan budaya dan kepribadian Indonesia”. HIN telah menetapkan program transformasi yang meliputii:
2020 : terlaksananya standarisasi proses bisnis di seluruh unit HIN.
2021 : melaksanakan transformasi untuk menjadikan HIN leader dalam bidang hospitality yang dimiliki BUMN.
2022 : menciptakan produk dan layanan “excellent” yang memberikan “superior customer value”.
2023 : menjadi “top of mind” di bidang hospitality.
2024 : menjadi leader di bidang hospitality dan memiliki keunggulan kompetitif yang tinggi.
Pada tahun 2020, HIN akan memfokuskan berbagai program, antara lain, melaksanakan optimalisasi asset, antara lain di Kelapa Gading, Inna Dibya Puri di Semarang, lahan di Sukabumi dan Yogyakarta.

Program investasi pada 2020 dilaksanakan berdasarkan skala prioritas yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Antara lain, pelaksanaan renovasi kamar di Inna Prapat, Grand Inna Malioboro, Grand Inna Kuta, Inna Sindu Beach, dan pembangunan Bali Room di Grand Inna Tunjungan, Surabaya. HIN akan melanjutkan revitalisasi Grand Inna Bali Beach menjadi “Hotel Indonesia Bali” sebagai icon business hotel, pusat MICE internasional, dan sebagai tempat pelaksanaan event kenegaraan. Program peningkatan produk dan layanan akan terus dilanjutkan, serta meningkatkan peran anak perusahaaan “Hotel Indonesia Group”/HIG sebagai pengelola hotel, sehingga mampu terus memperluas dan memperkuat jaringannya.


