Jakarta, TopBusiness – Pelaku pasar berjangka mengkhawatirkan soal perkembangan virus corona, pasca-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sebagai darurat global. Pasar pun melepas komoditas berupa minyak mentah.
Pelaku pasar berpikir akan kerusakan ekonomi yang mungkin ditimbulkan virus yang telah banyak memakan korban dan dampaknya terhadap permintaan minyak mentah dan produk-produk turunannya terhadap negara China, yang notabene mempunyai peran terhadap fluktuasi ekonomi global, sebab terbesar kedua dunia.
Infeksi yang berasal dari Wuhan tersebut telah melewati total pada epidemi Severe Acute Respiratory Syndrome di 2002-2003.
Akibatnya, harga minyak jenis Brent di London ICE Futures Exchange negatif USD 1,52 atau setara dengan 2,5 persen menjadi 58,29 per barel. Kemudian, West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange USD 1,19 (2,2 persen) menjadi 52,14.
Foto: Istimewa
