Jakarta, TopBusiness—Sebanyak 25.000-an nelayan telah menggunakan aplikasi digital bernama Laut Nusantara. Merupakan bagian dari program CSR dan sustainibility XL Axiata, aplikasi tersebut memberikan sejumlah dampak positif kepada nelayan tersebut. Aplikasi ini dikembangkan bekerja sama dengan Balai Riset dan Observasi Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Demikian dijelaskan oleh Head of Sustainibility and Internal Communication XL Axiata, Andy Satrio Yuddho, di Jakarta (5/2/2020), dalam presentasi untuk Dewan Juri Top CSR 2020, sebuah ajang penilaian yang digelar oleh Majalah TopBusiness.
Andy mengatakan bahwa dengan aplikasi tersebut, nelayan bisa lebih efisien dalam melaut. Sebab, aplikasi itu bisa mendeteksi lokasi yang banyak ikan, memprediksi kondisi cuaca, dan lain-lain. “Selama ini, nelayan menanggung biaya signifikan untuk solar. Banyak yang mubazir karena tidak ada kepastian lokasi yang banyak ikan. Dengan aplikasi itu, tidak demikian lagi,” dia berkata.
Dengan dipakainya aplikasi itu, nelayan sering memilih berlayar berombongan saat berlayar. Itu agar ikan di sebuah lokasi, bisa ditampung dalam beberapa kapal. “Kalau hanya satu kapal, tidak cukup untuk menampung ikan yang ditemukan via aplikasi itu,” demikian Andy menjelaskan lebih lanjut.
Untuk pengembangan aplikasi itu, XL bekerja sama dengan sejumlah lembaga. Antara lain, kerja sama dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), berlangsung untuk informasi perkiraan cuaca dan gelombang.
Adapun kerja sama dengan Bakamla (Badan Keamanan Laut), berfungsi untuk mengetahui batas-batas perairan laut Indonesia dengan negara lain. “Dengan aplikasi Laut Nusantara, nelayan lebih tepat waktu dalam melaut. Dan memerkecil risiko tersesat di laut,” papar Andy.
Sementara, dalam kesempatan yang sama, Adelia Panjaitan dari Sustainibility XL Axiata, menjelaskan salah satu bentuk lain program CSR dan sustainibility di perusahaan tersebut. Program itu berbentuk pemberdayaan perempuan, melalui platform inspirasi online, untuk belajar dan saling terkoneksi. “Materinya, misalnya solusi untuk usaha kecil, dan digital parenting.”
“Di tahun 2019, perempuan yang telah diedukasi mencapai 23.000-an orang,” dia berkata.
Untuk tahun 2020, program tersebut mengarah kepada pendanaan usaha untuk perempuan-perempuan itu. “Antara lain via perusahaan teknologi finansial,” ujar Adelia.
Foto: Tim XL Axiata Saat Diwawancara Dewan Juri Top CSR 2020 (Rendy MR/TopBusiness)
